DIGTALPOS.com, Bontang – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang untuk menjadi kota percontohan pengelolaan lingkungan bersih dan berkelanjutan kembali mendapat sorotan internasional. Melalui kunjungan Tim Survei Korea International Cooperation Agency (KOICA) Indonesia Office, Pemerintah Provinsi Jeju, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Pemkot Bontang menegaskan langkah konkret menuju pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu sebagai bagian dari program strategis Clean and Green City.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata memperkuat kerja sama lintas negara dalam bidang pengelolaan lingkungan. Rencana ini menjadi momentum penting bagi Bontang untuk memperkokoh posisinya sebagai kota pelopor pengelolaan sampah modern dan ramah lingkungan di Indonesia.
“Dukungan dari KOICA dan Pemerintah Jeju merupakan pengakuan nyata atas keseriusan Bontang menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Ini bukan hanya soal proyek, tetapi bagian dari visi besar untuk menjadikan Bontang kota yang bersih, hijau, dan tangguh,” ujar Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Selasa (4/11/2025).
Melalui kerja sama tersebut, Pemkot Bontang bersama para mitra internasional akan melaksanakan serangkaian program strategis, antara lain, pembangunan 30 Rumah Bersih yang tersebar di tiga kecamatan (Api-Api, Gunung Elai, Bontang Baru, dan Bontang Lestari) sebagai pusat edukasi dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Pembangunan fasilitas biodigester di TPA Bontang Lestari, yang akan mengubah sampah organik menjadi energi ramah lingkungan. Berikutnya pengembangan pusat pemilahan dan pengemasan daur ulang, guna meningkatkan nilai ekonomi sampah dan memperkuat rantai ekonomi sirkular, serta pelatihan dan kampanye pengelolaan sampah berkelanjutan bagi masyarakat, guna membangun kesadaran dan partisipasi aktif warga.
“Semua kegiatan ini akan dilaksanakan langsung oleh Pemkot Bontang sebagai pelaksana utama di lapangan. Kami ingin memastikan bahwa setiap program benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Neni.
Dalam kerja sama ini, masing-masing pihak memiliki peran strategis, KLHK sebagai lembaga pelaksana sekaligus penerima hibah, KOICA sebagai pengelola dana hibah, Pemerintah Jeju sebagai promotor, dan Pemkot Bontang sebagai pelaksana proyek sekaligus lokasi kegiatan.
Langkah ini juga sejalan dengan misi kelima Visi Pembangunan Bontang 2025–2029, yakni memperkuat pelestarian lingkungan hidup sebagai dasar pembangunan berkelanjutan.
Kota Bontang bukan pendatang baru dalam urusan penghargaan lingkungan. Sejak lama, Kota Taman (sebutan Bontang) dikenal sebagai salah satu daerah dengan komitmen tinggi terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Beberapa pencapaian yang sudah diraih di antaranya, Penghargaan Adipura sebanyak sembilan kali. Adipura Kencana sebanyak tiga kali (2013, 2022, dan 2023), serta ASEAN Clean Land Award 2021 yang menegaskan reputasi Bontang di kancah regional.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa Bontang tidak hanya berbicara, tapi bekerja. Kami ingin terus menjadi model bagi daerah lain, sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan selalu berpihak pada kelestarian lingkungan,” pungkasnya.
Dengan berbagai inovasi dan dukungan internasional tersebut, Bontang semakin mantap melangkah menuju masa depan sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, serta berkelanjutan, sebuah contoh nyata bahwa pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan. (Adv)













