DIGTALPOS.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap menghadapi tantangan dunia kerja modern. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Barista Bersertifikat BNSP Tahun 2025, yang resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang SDM Pemkot Bontang, Lukman, mewakili Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, di Cafe Uttara, Selasa (4/11/2025).
Dalam kesempatan itu, Lukman menegaskan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan rutin atau keterampilan teknis semata. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk menciptakan generasi muda Bontang yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing tinggi di era industri kreatif dan ekonomi berbasis jasa.
“Pemkot Bontang terus mendorong transformasi sosial menuju SDM unggul dan kompeten. Pelatihan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kapasitas pemuda lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional bahkan global,” ujar Lukman.
Ia mengapresiasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang sebagai penyelenggara kegiatan yang dinilai berhasil menghadirkan pelatihan berstandar nasional. Kegiatan ini menggandeng lembaga sertifikasi profesi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga hasil pelatihannya memiliki pengakuan formal di dunia industri.
Lukman menjelaskan bahwa dunia kerja modern kini menuntut tidak hanya semangat, tetapi juga profesionalisme dan kompetensi yang terukur. Sertifikasi barista dari BNSP menjadi tolok ukur penting untuk memastikan bahwa setiap peserta memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri kuliner dan perhotelan.
“Dengan sertifikasi resmi, para peserta memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Mereka tidak hanya siap bekerja, tetapi juga berpeluang membuka usaha mandiri di sektor kopi dan kuliner,” ungkapnya.
Menurutnya, profesi barista kini telah berkembang menjadi bagian penting dari industri kreatif global. Tren konsumsi kopi yang terus meningkat di berbagai kalangan, terutama anak muda, menjadikan peluang bisnis di bidang ini sangat menjanjikan.
Lebih jauh, Lukman menuturkan bahwa pengembangan SDM berkompetensi merupakan bagian dari misi besar Pemkot Bontang untuk membangun ekonomi yang dinamis, kreatif, dan inklusif. Sektor kopi dan kuliner dianggap sebagai salah satu pintu masuk strategis bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berkarya dan berwirausaha.
“Kami ingin generasi muda Bontang menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi daerah. Mereka harus siap kerja, siap bersaing, dan mampu berinovasi,” tegasnya.
Pemkot Bontang, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperluas program pelatihan serupa di berbagai sektor, mulai dari kuliner, pariwisata, hingga industri kreatif lainnya. Pemerintah berharap kegiatan ini menjadi awal dari ekosistem pelatihan dan sertifikasi berkelanjutan yang memperkuat posisi Bontang sebagai kota yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Di akhir sambutannya, Lukman menyampaikan harapannya agar para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan, serta menjadikannya sebagai langkah awal menuju kemandirian ekonomi dan profesionalisme di bidangnya masing-masing.
“Semoga kegiatan ini melahirkan SDM unggul yang membawa nama baik Bontang ke kancah nasional, bahkan internasional,” pungkasnya.
Kegiatan ini diikuti puluhan peserta muda dari berbagai kelurahan di Bontang, yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan mulai dari teknik penyeduhan kopi, pengetahuan biji kopi, hingga etika pelayanan pelanggan. Para peserta yang lulus uji kompetensi nantinya akan memperoleh sertifikat resmi BNSP, sebagai bukti pengakuan keterampilan mereka di bidang perkopian profesional.
Dengan langkah nyata ini, Pemkot Bontang berharap bisa mencetak lebih banyak generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan lapangan kerja baru menjadi pionir dalam mengembangkan industri kopi dan ekonomi kreatif di Kota Taman. (Adv)













