DIGTALPOS.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya mencari solusi konkret untuk menekan risiko banjir yang setiap musim hujan menghantui sejumlah kawasan padat penduduk. Salah satu langkah strategis yang kini digenjot ialah pembangunan turap di sisi kanan dan kiri sungai yang melintasi wilayah kota.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan pembangunan turap bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya menyeluruh dalam pengendalian banjir jangka pendek maupun jangka panjang. Saat ini, turap yang ada baru memiliki ketinggian sekitar satu meter dari permukaan tanah. Padahal, dengan curah hujan yang cukup tinggi dan kondisi aliran air yang deras, elevasi tersebut belum cukup menahan luapan sungai.
“Kita akan evaluasi desain dan ketinggian turap yang ada. Rencananya akan ditingkatkan hingga dua meter agar air tidak mudah meluap ke pemukiman warga. Namun tentu semua harus melalui kajian matang dari konsultan dan tim teknis,” ujar Agus Haris saat meninjau beberapa titik rawan banjir di Kecamatan Bontang Utara, Kamis (23/10/2025).
Pria yang akrab disapa AH ini menegaskan, penambahan tinggi turap tidak bisa dilakukan sembarangan. Konstruksi turap memiliki batas kekuatan dan usia pakai. Jika peninggian dilakukan tanpa perhitungan yang tepat, kerusakan pada struktur bisa menimbulkan bahaya baru bagi masyarakat.
“Turap tinggi tanpa perawatan justru berisiko. Karena kalau jebol, posisi air sungai sudah lebih tinggi dari rumah warga. Maka yang dibutuhkan bukan hanya meninggikan, tapi juga memperkuat struktur dan sistem drainase pendukungnya,” jelasnya.
Selain pembangunan turap, Pemkot Bontang juga tengah menyiapkan rencana pembangunan waduk dan normalisasi sungai sebagai strategi pengendalian banjir terpadu. Langkah ini diharapkan dapat mengatur aliran air dari hulu ke hilir agar tidak menumpuk di kawasan perkotaan.
Agus menambahkan, koordinasi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat. Pemerintah juga membuka ruang bagi kolaborasi dengan perusahaan industri dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian aliran sungai.
“Semua dilakukan bertahap. Tidak bisa instan, tapi yang penting arah penanganannya sudah jelas, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan sinergi antara pembangunan turap, normalisasi sungai, dan pengendalian air di wilayah hulu, Pemkot Bontang optimistis permasalahan banjir yang selama ini menjadi langganan tahunan bisa ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. (Adv)













