DIGTALPOS.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperkuat integrasi antar-kecamatan hingga antarkabupaten. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), sejumlah proyek jembatan dan jalan penghubung kini menjadi prioritas utama.
Sekretaris Dinas PU Kukar, Rudi Suryadinata, menjelaskan bahwa berbagai inisiatif pembangunan tengah digarap untuk mendukung mobilitas masyarakat serta memperlancar distribusi barang dan jasa, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
“Perbaikan jalan saat ini sedang kita lakukan, khususnya di kawasan Kota Bangun dan sekitarnya, termasuk Sebelimbingan. Wilayah ini merupakan titik vital yang menghubungkan kecamatan seperti Kenohan dan Kembang Janggut,” ujarnya, Kamis (12/6/2025).
Lebih lanjut, Rudi menyebutkan bahwa dalam skema jangka menengah hingga 2026, Pemkab Kukar telah menyiapkan rencana besar membangun jaringan konektivitas lintas kabupaten, seperti penghubung Kukar dengan Kutai Barat (Kubar) dan Kutai Timur (Kutim).
“Rencana besar kita ke depan adalah membangun akses Kukar-Kubar dan Kukar-Kutim. Salah satu yang sudah dalam perencanaan awal adalah jembatan penghubung antara Kota Bangun dan Muara Wis, serta akses strategis menuju Kota Muara Muntai dan Muara Kaman,” jelasnya.

Upaya ini tidak hanya akan memangkas waktu tempuh antardaerah, tetapi juga membuka potensi ekonomi baru, termasuk di sektor logistik, pariwisata, hingga pertanian.
Tak hanya itu, Rudi juga mengungkapkan rencana pembangunan akses jalan baru dari Tabalai menuju Rapak Lambur. Proyek ini masuk dalam daftar infrastruktur strategis yang dinilai penting untuk membuka isolasi daerah dan meningkatkan pertumbuhan kawasan.
Sementara itu, pembangunan jembatan baru di Kota Tenggarong juga tengah disiapkan, tepatnya di wilayah Mangkurawang. Jembatan ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini terkonsentrasi di Jembatan Tenggarong.
“Kami sedang mencari investor dan menentukan titik lokasi yang tepat untuk pembangunan jembatan di Mangkurawang. Harapannya, jembatan ini bisa menjadi jalur alternatif, seperti halnya Jembatan Sebulu yang kini menjadi jalur favorit karena melayani arus kendaraan dari Kutai Timur dan Loa Janan HTI menuju penyeberangan Serbaya,” ujarnya.
Saat ini, DPU Kukar tengah mengusulkan proses Engineering Planning Study (EPS) untuk jembatan Mangkurawang guna menentukan lokasi ideal. Tahapan ini akan dilanjutkan dengan penyusunan Detail Design (DD) serta kajian Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).
“Kita usulkan EPS-nya dulu untuk melihat titik lokasi yang paling sesuai secara teknis dan lingkungan. Setelah itu, baru kita lanjut ke tahap desain rinci dan Amdal,” pungkas Rudi.
Langkah-langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Kukar untuk membangun daerah yang terintegrasi dan maju, sekaligus mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang merata di seluruh penjuru kabupaten. (Adv)













