DIGTALPOS.com, Kukar – Pembangunan Jembatan Besi di Kota Tenggarong menjadi salah satu proyek strategis yang tengah diprioritaskan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2025.
Proyek ini, dinilai sangat penting untuk mengurangi beban lalu lintas yang semakin padat di pusat kota, serta mendukung konektivitas wilayah setelah selesainya Jembatan Sebulu.
Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti mengungkapkan bahwa progres proyek telah memasuki tahap persiapan material dan alat pemancangan, dengan beberapa komponen seperti pipa pancang sudah berada di lokasi.
“Alhamdulillah pengadaan pancangnya sudah ada beberapa yang datang ke lokasi. Alat untuk pemancangan juga sudah ada. Tinggal menyetting alat dan mempersiapkan proses pemancangan,” jelasnya pada Rabu (21/5/2025).
Ia juga menekankan, urgensi pembangunan jembatan ini mengingat kondisi jembatan besi lama sudah kritis dan tidak layak untuk menampung volume kendaraan saat ini.
“Kalau tidak segera dibangun, penumpukan kendaraan akan terjadi, terutama di Jembatan Bongkok yang ada di kawasan Mangkuraja. Apalagi saat jam sibuk dan musim hujan, lalu lintas semakin padat karena banyak yang menggunakan kendaraan roda empat,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia memaparkan bahwa jembatan baru akan difungsikan sepenuhnya untuk kendaraan, sementara jembatan lama nantinya akan difungsikan sebagai akses pejalan kaki dan destinasi wisata.
Hal ini, sekaligus menjadi langkah awal menuju rencana jangka panjang pembangunan jalur outer city untuk mengalihkan kendaraan besar agar tidak melewati pusat kota.
“Jalan di sepanjang sungai sudah tidak bisa lagi kita lebarkan. Ke kanan sungai, ke kiri sudah padat penduduk. Kalau dibebaskan biayanya sangat besar. Maka kita pecah arus ke arah lain,” terang Linda.
Sebagai penutup, ia mengungkapkan, struktur Jembatan Besi Tenggarong memiliki panjang bentang sekitar 30 meter, dengan bentang tengah 20 meter dan struktur pendekat sekitar 30 meter.
Linda optimistis, bila tidak ada kendala baru, maka proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu.
“Target kita, Desember 2025 sudah rampung, dan Januari 2026 sudah bisa difungsikan,” tutupnya. (Adv)













