DIGTALPOS.com, Samarinda—Rencana pembangunan flyover di simpang Muara Rapak, Balikpapan, terus menjadi perhatian serius DPRD Kalimantan Timur (Kaltim). Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, menegaskan bahwa pembebasan lahan menjadi kunci utama kelancaran proyek ini. Ia menargetkan proses pembebasan lahan dapat diselesaikan pada 2025, sehingga pembangunan fisik bisa dimulai tahun berikutnya.
“Kami bersama Ketua DPRD Kaltim terus mengupayakan percepatan proses penetapan lokasi (penlok). Kalau lahan belum dibebaskan, proyek fisik tidak bisa dimulai,” jelasnya, Jumat (2/5/2025).
Abdulloh menambahkan, untuk mendukung tahapan penlok, Pemprov Kaltim akan mengalokasikan anggaran dalam APBD Murni 2025. Sementara anggaran pembebasan lahan diharapkan tersedia dalam APBD Perubahan di tahun yang sama.
Ia juga menjelaskan bahwa proyek flyover Muara Rapak merupakan salah satu dari beberapa proyek infrastruktur strategis yang tengah disiapkan DPRD Kaltim. Proyek lainnya antara lain pembangunan coastal road, pelebaran jalan Sepinggan-Manggar, serta jembatan Kampung Baru–Kariangau.
Meski begitu, Abdulloh menilai proyek flyover Muara Rapak adalah yang paling siap dan progresif sejauh ini. Karena itu, koordinasi antara DPRD dan Pemprov Kaltim terus diperkuat agar proyek ini berjalan sesuai rencana.
“Pembangunan flyover ini berada di bawah tanggung jawab Pemprov Kaltim, dan kami di DPRD siap memberikan dukungan penuh,” tegasnya.
Ia berharap, kehadiran flyover nantinya benar-benar bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat Balikpapan.
“Dengan flyover ini, kami berharap kemacetan bisa dikurangi, potensi kecelakaan ditekan, dan perjalanan masyarakat menjadi lebih lancar serta aman,” pungkas Abdulloh. (Adv)













