DIGTALPOS.com, Bontang, Kalimantan Timur – Kota Bontang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TBIS) yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), Selasa, (23/07/2024).
Program TBIS kali ini mengadakan Pelatihan Menulis Bagi Siswa SMP di Kota Bontang, yang berhasil mengundang 60 pelajar dari berbagai SMP di wilayah tersebut.
Acara ini dibuka dengan penuh antusiasme, menggambarkan semangat baru dalam dunia literasi di Bontang. Alifia Rizkiyanti, Kordinator TBIS, mewakili Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, menyampaikan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menemukan dan membina penulis muda lokal Bontang.
“Bontang ini kan sebenarnya penulis seniornya sudah banyak, tergabung dalam Forum Penulis Bontang, dan alhamdulillah banyak yang sudah berhasil bahkan sampai Internasional seperti pak Sunaryo Broto,” terangnya.

Kota Bontang memang dikenal sebagai kota yang kaya akan penulis berbakat. Keberadaan Forum Penulis Bontang menjadi bukti nyata kontribusi para penulis senior yang telah mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional. Melalui pelatihan ini, Alifia berharap agar semangat dan perjuangan para penulis senior dapat diteruskan oleh generasi muda yang memiliki potensi besar dalam dunia tulis-menulis.
Pelatihan menulis ini bukanlah program baru. Alifia menjelaskan bahwa kegiatan serupa sudah dimulai sejak tahun lalu, namun kali ini fokusnya dialihkan ke siswa SMP setelah sebelumnya diselenggarakan untuk siswa SMA. “Tapi tahun ini kita fokuskan ke SMP,” katanya.
Narasumber utama dalam pelatihan ini adalah Kartini, Kordinator Forum Lingkar Pena Bontang, yang telah berpengalaman dalam membimbing penulis pemula. Dengan bimbingan dan inspirasi dari para ahli, para siswa diharapkan dapat mengasah kemampuan menulis mereka dan menghasilkan karya-karya yang berkualitas.
Tidak hanya memupuk kreativitas menulis, pelatihan ini juga diharapkan dapat mendukung Program Kurikulum Merdeka yang dicanangkan oleh pemerintah. “Karena memang kurikulum ini mengharuskan mereka untuk menghasilkan sebuah karya, jadi kita berharap agenda ini setidaknya bisa membantu lah,” tandas Alifia.
Dengan adanya program seperti ini, diharapkan semangat literasi di Kota Bontang akan terus berkembang dan semakin banyak penulis muda berbakat yang muncul, siap untuk mengikuti jejak para senior mereka dan membawa nama baik Bontang ke tingkat yang lebih tinggi. (Adv)













