DPK Bontang Senang, Masyarakat Request Jenis Buku Untuk Dihadirkan di Perpusda

Kepala DPK Bontang Retno Febriaryanti (dok: digtalpos)

DIGTALPOS.com, Bontang – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, Retno Febriaryanti mengungkapkan, meski buku di perpustakaan sudah banyak, namun DPK masih ingin menghadirkan buku-buku yang sesuai dengan minat dan selera warga Bontang.

Karena baginya, adalah keuntungan DPK Bontang jika memasukkan sebagian besar buku yang sesuai dengan permintaan warga. Apalagi bila itu diterapkan, DPK menganalisa kecenderungan warga Bontang dalam hal wawasan yang dimilikinya.

Untuk itu Kadis menyampaikan bahwa DPK Bontang sangat terbuka dalam hal menerima usulan buku apa saja yang ingin direkomendasikan dan jadi referensi jika tiba saatnya pembelian buku.

“Kalau kami ini kan terbuka. Justru kami senang kalau ada yang mengajukan judul buku untuk diadakan. Misalnya kalau ada yang suka buku filsafat, kami akan upayakan. Atau buku-buku tentang parenting, kami juga akan sediakan,” terangnya saat ditemui belum lama ini.

Kadis juga mengaku beberapa buku yang berkaitan dengan filsafat masih kurang. Untuk itu dia sangat senang jika ada masukan masyarakat. Karena tujuan pemerintah itu adalah melayani dan berupaya untuk memuaskan masyarakat.

“Mungkin memang kurang buku filsafat, kami senang ada masukan. Tujuan kami memuaskan masyarakat, supaya selera dan minatnya bertambah untuk membaca buku,” papar Kadis.

Perpustakaan DPK Bontang yang menampung puluhan ribu buku (dok: digtalpos)

Kadis lebih lanjut memaparkan DPK Bontang punya program Bank buku untuk literasi masyarakat (Bakultrasi). Dengan adanya program ini, pihaknya sangat terbantu dalam meningkatkan literasi masyarakat Kota Taman.

Ditambahkannya, sumber buku yang dihadirkan di perpustakaan daerah (Perpusda) berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bontang. Termasuk APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Dari APBD Kota Bontang, APBN melalui DAK, kemudian juga ada sumbangan dari masyarakat. Kita ada program Bakultrasi. Jadi kalau ada yang minta disumbangkan, kita juga kasikan,” ungkapnya.

Sumbangan buku dari masyarakat itu berbeda dari silang layang. Kalau silang layang, kata dia, DPK meminjamkan buku kepada masyarakat atau instansi tertentu dalam jangka waktu tertentu.

“Nah beda dengan silang layang. Kalau itu buku-buku kita dipinjamkan, tetapi tidak dimiliki yang bersangkutan. Misalnya kita punya 250 buku, kita gilir buku itu. Bulan ini misalnya di tempat tertentu, bulan ke depan di tempat yang lain,” tukasnya.

Diketahui saat ini jumlah buku yang dihadirkan di Perpusda Kota Bontang mencapai 94.659 eksemplar dengan 32.955 judul buku. Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Bontang pun capai angka 82,05 dan tertinggi se-Kaltim. Kota Taman juga tertinggi se-Kaltim untuk Tingkat Gemar Membaca (TGM)-nya. (Adv)

Penulis: AgEditor: Redaksi