DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Langkah inovatif kembali dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutai Timur (Kutim) dalam menjaga ketertiban umum tanpa menghambat roda ekonomi masyarakat. Bukan sekadar melakukan penertiban, Satpol PP kini turun langsung membantu Pedagang Kaki Lima (PKL) mempromosikan dagangan mereka lewat media sosial.
Inisiatif ini muncul dari keprihatinan Kepala Satpol PP Kutim, Fata Hidayat, terhadap maraknya PKL yang membuka lapak di bahu jalan hingga di atas drainase. Kondisi tersebut tak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Namun alih-alih hanya memberikan teguran atau penertiban, Fata memilih pendekatan yang lebih humanis dan solutif. “Kami akan bantu agar mereka bisa tetap berjualan,” ujar Fata, belum lama ini.
Ia menjelaskan, pemerintah tidak pernah berniat melarang masyarakat mencari nafkah. Hanya saja, aktivitas berdagang di lokasi sembarangan, terutama yang mengganggu jalur pengguna jalan, berpotensi membahayakan banyak pihak. Karena itu, Satpol PP menawarkan alternatif, membantu promosi melalui salah satu akun media sosial resmi mereka.

Melalui strategi ini, PKL dapat tetap menjalankan usaha dari rumah atau lokasi yang lebih aman, sementara jangkauan promosi tetap luas karena ditampilkan melalui kanal digital yang sudah memiliki banyak pengikut.
Fata menegaskan, kunci keberhasilan dalam berdagang di era sekarang bukan hanya lokasi strategis, tetapi juga promosi yang efektif, kualitas produk, dan keamanan bagi konsumen maupun pengguna jalan.
“Tempat berdagang yang strategis tidak akan mendatangkan pembeli jika membahayakan keselamatan orang lain,” pungkasnya.
Program ini menjadi bentuk nyata bahwa penertiban bisa berjalan seiring dengan pemberdayaan, sekaligus mendorong PKL Kutim semakin melek digital dan siap bersaing di era modern. (adv)













