DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Di tengah upaya pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk terus berinovasi dalam menggali sumber pendapatan baru. Salah satu yang dinilai memiliki prospek besar adalah sektor komoditas sarang burung walet, yang tersebar luas di berbagai kecamatan.
Ardiansyah menyampaikan bahwa kondisi ekonomi yang penuh tantangan saat ini menuntut pemerintah daerah untuk tidak hanya bergantung pada sumber pendapatan konvensional. Menurutnya, Kutim memiliki banyak potensi yang selama ini belum dimaksimalkan, terutama di wilayah pedalaman yang justru menyimpan komoditas bernilai tinggi.
“Sarang burung walet merupakan salah satu komoditas unggulan yang banyak digeluti masyarakat. Jika dikelola optimal, sektor ini bisa menjadi sumber PAD yang sangat menjanjikan,” tegas Ardiansyah.
Ia menjelaskan, selama ini pencatatan dan pengawasan terhadap usaha sarang burung walet masih belum terstruktur secara menyeluruh. Padahal, harga sarang walet di pasaran bisa mencapai jutaan rupiah per kilogram. Dengan sistem retribusi yang jelas dan mekanisme pengelolaan yang tepat, sektor ini dapat menyumbangkan pemasukan signifikan bagi kas daerah.

Lebih lanjut, Ardiansyah meminta Bapenda Kutim untuk tidak hanya fokus pada sarang burung walet, tetapi juga melakukan pemetaan terhadap berbagai potensi pajak dan retribusi lainnya, baik dari sektor pertanian, perdagangan, hingga industri rumahan. Ia menekankan bahwa penguatan PAD bukan hanya untuk menopang pembangunan daerah, tetapi juga untuk memastikan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur dapat terus ditingkatkan.
“Kami terus berupaya menggali potensi yang ada. Semakin optimal sektor-sektor ini dikelola, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Kami berharap Bapenda dapat terus bergerak dan berinovasi,” ujarnya.
Ardiansyah juga menambahkan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan, termasuk regulasi yang lebih akomodatif dan pendampingan bagi pelaku usaha agar proses pengelolaan potensi PAD berjalan efektif dan transparan.
Dengan terbukanya peluang besar dari sektor sarang burung walet dan potensi lainnya, pemerintah berharap Kutai Timur dapat memperkuat kemandirian fiskal dan mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari pusat. (Adv)













