DIGTALPOS.com, Samarinda – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Angela Idang Belawan, secara resmi menutup Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan III Angkatan 2025 dalam sebuah upacara penuh khidmat di Aula BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan ini menandai berakhirnya rangkaian pelatihan intensif yang dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta kompetensi dasar para calon aparatur sipil negara sebelum mereka mengemban tugas sebagai ASN penuh di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahulu.
Acara penutupan turut dihadiri oleh Kepala BPSDM Kaltim yang diwakili Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional, Rina Kusharyanti, serta Plt. Kepala BKPSDM Mahulu, Nobertus Ngande. Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam menyiapkan generasi ASN yang profesional dan berdaya saing.
Dalam kesempatan itu, Bupati Angela memberikan apresiasi mendalam atas perjuangan para CPNS sejak mengikuti proses seleksi hingga menuntaskan Latsar. Ia mengakui banyak peserta menghadapi tekanan, khususnya terkait kebijakan penggunaan e-materai dalam proses administrasi.
“Saya memahami betul betapa berat perjuangan yang kalian tempuh. Banyak yang stres karena persoalan e-materai, namun akhirnya terselamatkan oleh kebijakan materai tempel,” ucap Angela.
Angela juga menegaskan bahwa seluruh CPNS telah melalui proses karantina, pembinaan karakter, dan evaluasi kompetensi secara ketat, sehingga layak menerima predikat 100 persen Pegawai Negeri Sipil. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perjalanan sebagai ASN tidak berhenti pada kelulusan Latsar.
“Menjadi ASN bukan hanya soal lulus Latsar. Jangan pernah menjadi ASN yang bermental manja. Tanamkan dan amalkan nilai-nilai BerAKHLAK dalam setiap tindakan dan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya integritas, loyalitas, serta sikap responsif terhadap kebutuhan masyarakat sebagai fondasi pelayanan publik yang berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Angela juga menyampaikan apresiasi khusus kepada BKPSDM Mahulu, para pembimbing, serta widyaiswara yang telah mendampingi para peserta selama proses pelatihan. Menurutnya, keberhasilan para CPNS tidak terlepas dari peran para pengajar yang telah memberikan ilmu, arahan, dan teladan.
Penutupan Latsar ini diharapkan bukan hanya menjadi akhir dari sebuah pelatihan, tetapi menjadi titik awal perjalanan para ASN baru untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan Mahakam Ulu. Dengan bekal kompetensi, karakter, dan pemahaman etika profesi yang telah diberikan, pemerintah berharap mereka mampu menjadi agen perubahan yang progresif, inovatif, dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugas di berbagai sektor pelayanan publik.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas ASN adalah kunci utama dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat Mahulu sebuah tanggung jawab besar yang kini berada di pundak para ASN muda tersebut. (Adv)













