DIGTALPOS.com, Samarinda — Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya dalam mengawal ketat seluruh tahapan persiapan keberangkatan jemaah haji asal Kaltim menjelang musim haji 2025. Fokus utama pengawasan mencakup aspek administrasi, kondisi kesehatan calon jemaah, hingga kesiapan sarana dan prasarana di Embarkasi Haji Balikpapan.
Penegasan ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi IV DPRD Kaltim bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim, yang digelar di Gedung E DPRD Kaltim. Rapat dipimpin oleh Sekretaris Komisi IV, Muhammad Darlis Pattalongi, didampingi Ketua Komisi IV H Baba, serta dihadiri sejumlah anggota dewan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Darlis menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam menjamin kenyamanan dan keselamatan jemaah sebelum mereka diberangkatkan ke Tanah Suci. Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab terhadap jemaah sebelum berangkat sepenuhnya menjadi urusan pemerintah daerah, meskipun pelaksanaan ibadah haji berada di bawah otoritas pemerintah pusat dan Kerajaan Arab Saudi.
“Jemaah harus berangkat dalam kondisi siap lahir dan batin. Jangan sampai proses di embarkasi justru menjadi sumber stres atau ketidaknyamanan bagi mereka,” tegas Darlis, Senin (28/4/2025).
Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas fisik di Embarkasi Balikpapan. Mulai dari kebersihan lingkungan, kenyamanan tempat istirahat, hingga pelayanan yang diberikan oleh para petugas harus menjadi prioritas utama. Komisi IV meminta agar Pemerintah Provinsi Kaltim proaktif melakukan evaluasi dan perbaikan jika ditemukan fasilitas yang belum memadai.
“Embarkasi bukan sekadar tempat singgah sementara, tapi merupakan titik awal krusial yang menentukan kesiapan mental dan fisik jemaah dalam menjalani ibadah haji. Maka dari itu, semuanya harus dipastikan berjalan dengan baik,” ujar Darlis.
Komisi IV juga akan terus melakukan monitoring berkala untuk memastikan tidak ada hambatan teknis maupun administratif dalam proses persiapan haji tahun depan. Sinergi antarinstansi dianggap penting agar seluruh jemaah asal Kaltim dapat berangkat dengan nyaman, aman, dan penuh kekhusyukan. (Adv)













