DIGTALPOS.com, Kutai Kartanegara — Pembangunan Jembatan Sebulu, salah satu proyek strategis Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang dirancang untuk memperkuat konektivitas kawasan hulu, menghadapi hambatan signifikan akibat banjir musiman. Proyek ini kini ditargetkan rampung paling cepat pada tahun 2026, atau paling lambat pada 2027, tergantung pada ketersediaan anggaran.
Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar, Linda Juniarti, proses tender tahap kedua memang sudah rampung. Namun, pelaksanaan pekerjaan fisik masih tertunda lantaran banjir merendam area kuari material hingga setinggi 70 sentimeter. Genangan air ini terjadi di lokasi penyimpanan bahan konstruksi seperti batu, agregat, dan pasir, yang terletak di tepi Sungai Mahakam—daerah yang memang rawan pasang surut air.
“Terakhir saya dapat laporan, genangan masih sekitar 70 cm. Jadi, untuk saat ini pelaksanaan fisik belum bisa dimulai. Pihak penyedia jasa masih dalam proses menyiapkan jaminan pelaksanaan sebelum kontrak diteken oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),” jelas Linda pada Senin, (7/07/2025).

Linda menambahkan, pekerjaan fisik kemungkinan besar akan dimulai awal Juli 2025, namun pelaksanaannya masih sangat bergantung pada kondisi cuaca dan genangan di area kerja. “Kondisi geografis kita memang menantang. Banjir musiman harus selalu menjadi faktor yang diperhitungkan dalam setiap fase pembangunan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan akan difokuskan pada struktur bentang tengah jembatan pada tahun 2026 mendatang. Struktur ini merupakan bagian paling krusial dari sisi teknis, serta menyerap porsi anggaran terbesar dalam proyek tersebut.
Jembatan Sebulu sendiri diharapkan dapat menjadi penghubung vital antara wilayah-wilayah di hulu Kukar, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi, distribusi logistik, serta akses masyarakat ke berbagai layanan publik.
“Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi bagian dari strategi besar meningkatkan mobilitas dan mempercepat pemerataan pembangunan wilayah,” tutup Linda.
Dengan medan yang menantang dan ketergantungan pada anggaran multi-tahun, proyek ini menjadi salah satu ujian konsistensi dan komitmen Pemkab Kukar dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. (Adv)













