DIGTALPOS.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah perairan dengan meluncurkan kapal khusus pencarian dan pertolongan (SAR) berteknologi tinggi di Sungai Mahakam. Kapal berbahan aluminium heavy-duty tersebut memiliki nilai pengadaan mencapai Rp1,69 miliar dan dirancang khusus untuk menghadapi tantangan ekstrem di lapangan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, menegaskan bahwa aspek teknis menjadi perhatian utama dalam pengadaan armada ini. Hal itu tidak lepas dari karakteristik Sungai Mahakam yang dikenal memiliki arus deras serta tingkat aktivitas lalu lintas air yang tinggi.
“Kapal ini bukan sekadar speedboat penumpang. Sejak awal, desainnya memang difokuskan untuk kebutuhan penyelamatan, lengkap dengan perangkat navigasi yang mendukung operasi rescue,” ujarnya, Sabtu, (4/4/2026).
Berbeda dari kapal cepat pada umumnya yang banyak menggunakan material fiberglass, kapal milik BPBD ini mengandalkan bahan marine aluminium. Material tersebut dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap benturan, sehingga lebih aman digunakan saat melakukan manuver di wilayah perairan yang rawan kecelakaan.
Dari sisi spesifikasi, kapal jenis Rigid Hull Aluminium Boat ini memiliki panjang tujuh meter, lebar 2,2 meter, serta tinggi lambung 0,7 meter. Dengan draft hanya 0,35 meter, kapal ini mampu bermanuver dengan lincah.
Tak hanya itu, performa mesin juga menjadi keunggulan utama. Kapal ini dilengkapi dua mesin outboard berkekuatan masing-masing 85 HP. Kombinasi tenaga tersebut memungkinkan kapal melaju dengan kecepatan hingga 28–30 knot, sehingga tim penyelamat dapat menjangkau lokasi kejadian dalam waktu singkat faktor krusial dalam operasi penyelamatan jiwa.
Untuk menjaga efektivitas kerja di lapangan, kapasitas kapal dibatasi maksimal tujuh orang. Desain ini sengaja dibuat agar memberikan ruang yang cukup bagi personel serta penempatan peralatan evakuasi medis dan perlengkapan penyelamatan lainnya.
Suwarso juga menjelaskan bahwa proses pengadaan dilakukan melalui sistem e-katalog dengan melibatkan produsen spesialis asal Sidoarjo, Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi sekaligus menjamin kualitas kapal sesuai standar operasional dan keselamatan internasional.
Ke depan, kapal cepat ini akan difokuskan pada dua fungsi utama. Pertama, mendukung operasi SAR dalam pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan air di Sungai Mahakam. Kedua, digunakan untuk patroli keamanan dalam berbagai kegiatan besar masyarakat, seperti Festival Mahakam, Festival Karang Mumus, hingga pengamanan malam pergantian tahun di kawasan Teras Samarinda.
Dengan kehadiran armada baru ini, BPBD Samarinda optimistis dapat meningkatkan kecepatan respons serta efektivitas penanganan kondisi darurat di wilayah perairan.
“Harapannya, kapal ini bisa menjadi tulang punggung dalam operasi penyelamatan di Samarinda, khususnya di kawasan perairan yang selama ini cukup rawan,” tutup Suwarso. (*)













