DIGTALPOS.com, Bontang – Malam perlahan menyelimuti Lapangan Futsal Taman Tanjung Laut, Sabtu (4/4/2026). Di bawah cahaya lampu yang temaram, suasana sederhana itu justru terasa begitu hangat. Wajah-wajah penuh senyum menyatu dalam satu ruang kebersamaan, menghadirkan keakraban yang jarang ditemui di tengah kesibukan sehari-hari.
Warga RT 23, Kelurahan Tanjung Laut, berkumpul dalam balutan momen halalbihalal Idulfitri 1447 Hijriah. Lebih dari sekadar tradisi tahunan, kegiatan ini menjadi ruang untuk saling memaafkan, menyambung kembali tali silaturahmi yang mungkin sempat terputus oleh rutinitas dan jarak.
Mengusung tema “Sucikan Hati dengan Memaafkan dan Pererat Kerukunan”, suasana kekeluargaan begitu terasa sejak awal acara. Warga dari berbagai kalangan usia larut dalam kebersamaan saling menyapa, bertukar cerita, hingga melepas rindu yang lama terpendam.
Gelak tawa anak-anak terdengar riang di sudut lapangan, berlarian tanpa beban, seakan menjadi warna tersendiri di malam itu. Sementara para orang tua tampak duduk berkelompok, berbincang santai, mengenang masa lalu dan membicarakan harapan ke depan. Tak ada sekat, tak ada jarak yang ada hanya rasa kedekatan yang tulus.
Kehangatan itu tidak hadir begitu saja. Sejak siang hari, warga telah bahu-membahu mempersiapkan segala kebutuhan acara. Mulai dari memasang spanduk, menata kursi dan meja, hingga menyiapkan hidangan untuk para tamu. Gotong royong menjadi napas utama yang membuat acara ini terasa hidup dan penuh makna.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bontang Selatan, Hattamuddin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kekompakan warga. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting di tengah kehidupan modern yang semakin cepat dan cenderung individual.
“Kesempatan untuk bersilaturahmi secara langsung saat ini semakin terbatas. Karena itu, momen seperti ini menjadi sangat berarti untuk mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya.
Di tengah suasana penuh keakraban, Hattamuddin juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat. Ia menyinggung adanya peningkatan kasus campak di sejumlah daerah yang bahkan telah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB), dengan sekitar 800 kasus terkonfirmasi dan beberapa di antaranya berujung kematian.
Meski wilayah Kalimantan belum termasuk dalam kategori tersebut, masyarakat diminta tetap waspada. Terutama bagi orang tua yang memiliki anak usia 0 hingga 4,5 tahun, diimbau untuk segera melengkapi imunisasi sebagai langkah pencegahan.
Kegiatan ini juga dihadiri Lurah Tanjung Laut, Susardi, serta unsur keamanan seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang turut berbaur bersama warga, memperkuat rasa aman dan kebersamaan di lingkungan.
Sementara itu, Ketua RT 23, Fitriani, mengungkapkan bahwa terselenggaranya acara ini merupakan hasil dari kekompakan seluruh warga. Partisipasi aktif masyarakat, dukungan para donatur, hingga keterlibatan pelaku UMKM setempat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kegiatan tersebut.
Dengan anggaran sekitar Rp5 juta, acara halalbihalal ini berhasil digelar secara sederhana namun sarat makna. Hidangan yang disajikan, dekorasi yang tertata, hingga suasana yang tercipta, semuanya mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat.
“Ini adalah hasil kebersamaan kita semua. Semoga silaturahmi seperti ini terus terjaga dan bahkan semakin kuat ke depannya,” ujar Fitriani.
Baginya, halalbihalal bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan ruang penting untuk merawat persatuan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mempererat hubungan antarwarga dalam kehidupan bermasyarakat.
Menjelang akhir acara, suasana haru mulai terasa. Satu per satu warga saling bersalaman, bertukar senyum, dan mengucap maaf dengan tulus. Di bawah langit malam yang tenang, momen itu menjadi pengingat sederhana bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan, kebersamaan dan silaturahmi adalah hal paling berharga yang tak tergantikan. (*)













