DIGTALPOS.com, Bontang – Upaya membangun budaya literasi di kalangan pelajar terus digencarkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang. Salah satunya melalui Lomba Resensi Buku antar SMA/SMK sederajat se-Kota Bontang yang digelar di Gedung Creative Hub DPK Bontang, Rabu (29/10/2025).
Kegiatan yang diikuti 19 peserta dari berbagai sekolah ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menulis kreatif, serta memahami isi buku secara mendalam. Lomba ini juga menjadi ajang seleksi menuju kompetisi tingkat nasional tahun 2026, di mana Bontang menargetkan mampu melahirkan wakil terbaik yang bisa bersaing hingga ke kancah nasional.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang, Indra Nopika Wijaya, menjelaskan lomba resensi buku telah menjadi agenda rutin tahunan yang dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari tingkat kota, kemudian provinsi, hingga puncaknya di tingkat nasional.
“Ini agenda tahunan yang berjenjang. Pemenang dari tingkat kota akan melaju ke provinsi, dan yang terbaik akan kita dorong untuk bersaing di tingkat nasional tahun depan,” ucap Indra.
Pelaksanaan lomba tahun ini dilakukan secara hibrida. Setiap peserta diminta mengirimkan makalah berisi hasil resensi buku pilihan mereka terlebih dahulu untuk dinilai oleh dewan juri. Dari hasil seleksi tahap awal itu, terpilih 10 nominator terbaik yang kemudian diundang untuk mengikuti uji presentasi dan wawancara langsung di hadapan juri guna menentukan juara 1, 2, dan 3.
Dewan juri terdiri atas tokoh-tokoh literasi dan akademisi dari berbagai kalangan, seperti Forum Penulis Bontang, Forum Lingkar Pena (FLP), serta guru Bahasa Indonesia dari SMP Negeri 4 Bontang. Kolaborasi ini diharapkan menghadirkan penilaian yang objektif dan mendorong peserta untuk terus mengembangkan kualitas karya tulis mereka.

Lebih lanjut, Indra menyampaikan optimismenya terhadap potensi peserta asal Bontang. Ia berharap tahun ini akan lahir penulis muda yang mampu menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
“Selama ini Bontang selalu masuk nominasi di tingkat provinsi. Tahun lalu, perwakilan dari SMA Negeri 2 Bontang, Mbak Diva, berhasil menembus babak nominasi provinsi. Harapan kami tahun ini bisa lebih baik lagi, bahkan sampai ke nasional,” tambahnya.
Melalui kegiatan seperti ini, DPK Bontang berkomitmen memperkuat gerakan literasi di kalangan pelajar, sekaligus menumbuhkan minat baca dan menulis di era digital yang serba instan.
Indra menegaskan, resensi buku bukan sekadar lomba, melainkan bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda yang cerdas, reflektif, dan berbudaya literasi.
“Membaca dan menulis itu saling melengkapi. Lewat resensi, siswa belajar memahami isi buku sekaligus mengekspresikan pikirannya dengan cara yang kreatif. Itulah nilai penting dari lomba ini,” tutupnya. (Adv)













