DIGTALPOS.com, Surabaya – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional. Kampung Lutan secara resmi dinobatkan sebagai Juara 1 Desa Swasembada Pangan Tingkat Nasional dalam ajang bergengsi UNESA Village Award 2025, yang digelar di Kampus Pusat Desa, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Selasa (25/11/2025).
Penghargaan prestisius ini diterima langsung oleh perwakilan Kampung Lutan, dan turut didampingi Sekretaris Daerah Mahulu, Stephanus Madang, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Mahulu. Suasana haru dan bangga terlihat jelas ketika nama Kampung Lutan diumumkan sebagai pemenang utama, mengungguli ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
UNESA Village Award merupakan kompetisi nasional yang secara khusus memberikan apresiasi kepada desa dan kampung yang berhasil menghadirkan inovasi dalam penguatan ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, hingga penerapan teknologi tepat guna. Tahun 2025 menjadi salah satu edisi dengan persaingan ketat, karena hanya delapan finalis terbaik kabupaten/kota yang berhasil melaju ke tahap penilaian akhir.
Kampung Lutan menjadi sorotan karena dinilai mampu menciptakan model swasembada pangan yang berkelanjutan, mulai dari pengelolaan lahan, sistem pertanian terpadu, pemanfaatan komoditas lokal, hingga pemberdayaan masyarakat yang konsisten.
Usai menerima penghargaan, Sekda Mahulu Stephanus Madang menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya terhadap pencapaian yang diraih masyarakat Kampung Lutan.
“Dengan segala keterbatasan sumber daya dan teknologi, kita mampu memenuhi kriteria penilaian juri. Dari delapan finalis kabupaten/kota, Kampung Lutan berhasil meraih Juara Satu Nasional,” ujar Stephanus.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak datang secara instan. Ada kerja keras masyarakat, pendamping desa, pemerintah kampung, hingga dukungan pemerintah daerah yang bersinergi dalam waktu panjang untuk mencapai ketahanan pangan yang stabil.
Menurutnya, kemenangan ini seharusnya menjadi pemicu semangat bagi kampung-kampung lain di Mahulu untuk terus mengembangkan inovasi lokal, memperkuat kemandirian pangan, dan menjadikan Mahulu sebagai salah satu daerah yang terdepan dalam pengelolaan sumber pangan berbasis komunitas.
Ajang penghargaan ini juga dihadiri berbagai unsur strategis, mulai dari akademisi, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, kepala desa, organisasi pendamping, hingga lembaga riset dari seluruh Indonesia. Para peserta dan undangan memberikan apresiasi tinggi kepada Kampung Lutan yang dinilai berhasil tampil sebagai contoh nyata desa yang mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan warganya.
Dengan diraihnya gelar Juara 1 Nasional Desa Swasembada Pangan, Mahulu semakin menunjukkan posisinya sebagai daerah yang memiliki potensi besar dalam pembangunan desa. Prestasi Kampung Lutan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan di wilayah perbatasan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Mahulu berkomitmen untuk terus mendorong inovasi desa dan memperluas program pemberdayaan, sehingga semakin banyak kampung yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. (Adv)













