DIGTALPOS.com, Samarinda – Sorotan tajam dilayangkan Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, terkait ketimpangan dalam pengalokasian anggaran provinsi. Ia menilai, Samarinda belum mendapat perlakuan fiskal yang layak, meski memikul peran strategis sebagai ibu kota Kalimantan Timur.
“Banyak program strategis di Samarinda yang seharusnya didukung penuh oleh provinsi. Tapi faktanya, perhatian anggaran masih minim,” ujar Darlis, Kamis (8/5/2025).
Menurutnya, beban pelayanan publik dan administrasi yang ditanggung Samarinda jauh lebih besar dibanding daerah lain. Namun dalam praktiknya, kota ini kerap luput dari skala prioritas provinsi.
Ia mencontohkan persoalan klasik seperti banjir dan kemacetan, yang tak kunjung tuntas. Masalah-masalah itu, kata dia, seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah provinsi, bukan semata-mata dibebankan ke pemerintah kota.
Meski Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda terus meningkat, Darlis menyebut angkanya masih belum mampu mengimbangi kebutuhan pembangunan dan layanan publik yang terus berkembang.
Ia juga mengkritisi rumus pembagian anggaran yang dinilai terlalu kaku dan normatif. Selama ini, indikator teknis seperti luas wilayah atau jumlah desa dinilainya tak cukup relevan untuk mengukur kebutuhan kota sebesar dan sekompleks Samarinda.
“Padahal Samarinda ini simpul administrasi dan ekonomi Kaltim. Bebannya beda, harusnya perlakuannya juga beda,” tegasnya.
Lebih lanjut, Darlis mengingatkan agar provinsi tidak hanya fokus pada pembangunan wilayah pinggiran atau kawasan baru, sementara pusat pemerintahan justru kekurangan sokongan. Menurutnya, memperkuat Samarinda berarti memperkuat roda pemerintahan provinsi secara keseluruhan.
“Ini bukan soal iri dengan daerah lain. Tapi kalau ibu kota tidak diperkuat, akan sulit membangun sistem pelayanan publik yang efektif di seluruh Kaltim,” pungkasnya. (Adv)













