DIGTALPOS.com, Samarinda – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang modern dan berbasis digital. Langkah ini diwujudkan melalui Sosialisasi dan Pendampingan Aplikasi SRIKANDI Versi 3 serta penguatan pengelolaan arsip dinamis, yang berlangsung di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Kamis (27/11/25).
Kegiatan strategis ini digelar oleh Bappelitbangda Mahulu sebagai salah satu pilar penting dalam mendorong percepatan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di lingkungan Pemkab Mahulu.
Acara dibuka oleh Gubernur Kalimantan Timur yang diwakili Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan HAM, Arih Franata Filipus Sembiring. Hadir pula Bupati Mahulu Angela Idang Belawan, Sekda Mahulu, Stephanus Madang, sejumlah pejabat provinsi, serta para narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang memberikan pendampingan langsung terkait penggunaan aplikasi terbaru ini.
Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Arih Franata, disebutkan bahwa SRIKANDI merupakan instrumen strategis dalam menciptakan rekam jejak administrasi pemerintahan yang lebih tertata, terpadu, serta mudah diakses.
“Aplikasi SRIKANDI adalah jawaban atas tuntutan publik terhadap pemerintahan yang lebih transparan, cepat, dan tepat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penerapan SPBE harus menjadi budaya kerja baru bagi seluruh Aparatur Sipil Negara, bukan hanya sekadar program teknis yang dijalankan sesaat.
Menurut Arih Franata, keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh komitmen, kedisiplinan, dan kesiapan SDM dalam menjalankan sistem administrasi berbasis elektronik. Karena itu, kegiatan sosialisasi seperti ini memiliki peran vital dalam memastikan seluruh perangkat daerah berjalan selaras dengan arah pembangunan digital Pemerintah Provinsi Kaltim maupun nasional.
Sementara itu, Bupati Mahulu Angela Idang Belawan dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa kehadiran SRIKANDI Versi 3 menjadi tonggak penting dalam pembenahan tata kelola arsip dinamis di Mahulu.
“Digitalisasi arsip dinamis melalui SRIKANDI Versi 3 merupakan langkah strategis dalam membangun pemerintahan yang modern, akuntabel, dan berbasis teknologi informasi,” tegas Angela.
Angela berharap para peserta yang berasal dari berbagai OPD mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kompetensi dalam pengelolaan arsip digital. Menurutnya, penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak demi mempercepat pelayanan publik yang efektif dan efisien.
Lebih lanjut, Pemkab Mahulu menargetkan agar seluruh OPD mampu menerapkan sistem pengelolaan arsip digital secara optimal. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan daerah “Mahulu Melaju, Maju, Merata, dan Berkelanjutan”, di mana transformasi digital menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini, diharapkan Mahulu semakin siap memasuki era administrasi pemerintahan modern, dengan arsip yang terdigitalisasi, layanan yang lebih cepat, serta tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel. (Adv)













