DIGTALPOS.com, Kutai Kartanegara — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ketahanan air dan mendukung sektor pertanian dengan memastikan pembangunan Embung Bukit Biru akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2026.
Proyek infrastruktur skala besar ini menjadi prioritas dalam pengembangan sistem tampungan air makro di Kukar. Embung Bukit Biru sebelumnya telah masuk dalam perencanaan tahun 2025, namun gagal dilelang karena terkendala oleh persoalan teknis dan keterbatasan waktu pelaksanaan. Kini, dengan evaluasi dan persiapan teknis yang lebih matang, proyek ini dijadwalkan ulang agar bisa dieksekusi secara optimal pada tahun mendatang.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Awang Agus Sahbani, menekankan bahwa pembangunan embung skala besar tidak bisa dilakukan secara parsial. Proyek semacam ini harus rampung dalam satu siklus pekerjaan agar dapat langsung difungsikan.
“Tahun ini memang belum ada pembangunan embung yang berjalan. Embung Bukit Biru sudah kami lelang, namun batal karena kendala waktu dan teknis. Embung tidak bisa dibangun setengah-setengah harus selesai dan langsung bisa digunakan,” jelas Awang, Jumat (11/7/2025).

Ia menambahkan, pembangunan Embung Bukit Biru akan kembali dimasukkan dalam anggaran 2026 sebagai bagian dari strategi besar pembangunan infrastruktur air di Kukar. Langkah ini juga menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan air, khususnya untuk kebutuhan baku dan irigasi.
Selama periode RPJMD 2021–2026, beberapa proyek embung strategis telah berhasil dibangun, di antaranya Embung Cipari Besar dan Cipari Kecil. Keberhasilan ini menjadi pondasi untuk target lebih ambisius dalam RPJMD 2025–2030, yakni membangun sekitar 100 embung di seluruh wilayah Kukar.
“Kami di DPU difokuskan pada pembangunan embung skala besar untuk kebutuhan air baku dan cadangan air jangka panjang. Sementara Dinas Pertanian lebih berperan membangun embung kecil yang langsung menyasar kebutuhan kelompok tani,” imbuh Awang.
Pembangunan embung dipandang krusial tidak hanya untuk mendukung pertanian, tetapi juga sebagai sistem penyangga terhadap krisis air di masa depan. Selain itu, embung juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber cadangan air saat musim kemarau panjang, serta sebagai pengendali banjir saat musim hujan.
Dengan penjadwalan ulang dan perencanaan yang lebih komprehensif, Pemkab Kukar berharap pembangunan Embung Bukit Biru dapat segera terealisasi dan memberi dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. (Adv)













