DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam memberdayakan pelaku UMKM lokal, khususnya para penjahit daerah, dalam pengadaan seragam sekolah bagi siswa-siswi di seluruh wilayah Kutim. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga kualitas seragam sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, mengungkapkan bahwa kebutuhan seragam di Kutai Timur meningkat setiap tahun seiring bertambahnya jumlah peserta didik. Ribuan siswa baru dari jenjang SD hingga SMP membuat proses pengadaan memerlukan perencanaan matang dan kapasitas produksi yang besar.
“Jumlah kebutuhan seragam di Kutim sangat besar, sehingga tak mungkin semuanya dikerjakan oleh penjahit lokal. Kapasitas produksi mereka terbatas, dan kami harus memastikan distribusi seragam tidak terlambat. Inilah alasan kami tetap bekerja sama dengan pihak luar,” jelas Mulyono, Selasa (2/12/2025).
Kendati begitu, Mulyono menegaskan bahwa pihaknya tetap memprioritaskan para penjahit lokal dalam pengerjaan seragam tertentu, terutama batik sekolah yang selama ini seluruhnya menjadi garapan para pelaku usaha jahit di Kutim. Menurutnya, kualitas batik lokal sangat baik dan sudah mampu memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Untuk batik, kita tetap serahkan ke penjahit lokal. Mereka sudah berpengalaman dan hasilnya tidak kalah dari luar. Namun untuk jenis seragam lainnya, sebagian harus dibantu oleh pihak luar,” bebernya.
Ia menambahkan, skema kerja sama ini bukan hanya soal memenuhi kebutuhan seragam tepat waktu, tetapi juga bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap perkembangan UMKM lokal agar semakin berkembang. Dengan memberikan porsi pengerjaan kepada penjahit daerah, perputaran ekonomi masyarakat di Sangatta dan wilayah Kutim lainnya diharapkan terus meningkat.
“Kebijakan ini diambil untuk menjaga kualitas seragam tetap baik, tapi juga agar ekonomi lokal bergerak. Tidak ada unsur membeda-bedakan antara penjahit lokal dan luar. Semua dilakukan demi anak-anak kita agar mendapatkan seragam yang berkualitas,” tegasnya.
Langkah Disdikbud Kutim ini sekaligus menunjukkan sinergi kuat antara sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, yang menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. (adv)













