DIGTALPOS.com, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan meluncurkan program pelatihan konstruksi revolusioner yang menargetkan 100 tenaga kerja lokal untuk mendapatkan sertifikasi tingkat 1 hingga 6, sebagai persiapan menghadapi gelombang proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Program ini dijadwalkan dimulai Juli 2025 dengan menggunakan metode hybrid learning yang menggabungkan pembelajaran online dan tatap muka, menjadikannya terobosan pertama di Kalimantan Timur dalam sektor pelatihan konstruksi.
Kepala Bidang Bina Konstruksi (BIKON) Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Sofyar Ardani, mengungkapkan bahwa program ini merupakan respons strategis terhadap tingginya kebutuhan tenaga konstruksi bersertifikat di era pembangunan IKN.
“Fokus kami adalah SDM lokal. Pelatihan ini menitikberatkan pada kearifan lokal, baik dari sisi badan usaha konstruksi yang berbasis di Kukar maupun tenaga kerja lokalnya,” tegas Sofyar, Selasa (17/6/2025).

Yang menarik, program ini tidak memberlakukan batasan usia bagi peserta, asalkan berdomisili di wilayah Kukar.
Kata dia, peserta akan dibagi dalam tiga kelas dengan format pelatihan selama empat hari – dua hari pertama dilakukan secara online, kemudian dilanjutkan dua hari tatap muka.
“Dengan model hybrid ini, kita harap pelatihan bisa menjangkau lebih banyak peserta, serta efisien dari segi waktu dan biaya,” ungkap Sofyar.
Menurut dia, program ini lahir dari aspirasi langsung asosiasi konstruksi terkemuka seperti Gapensi, FKK, dan Gapeksindo, yang menginginkan peningkatan kualitas SDM konstruksi sesuai kebutuhan lapangan.
Inisiatif Pemkab Kukar ini dipandang sebagai langkah antisipatif menghadapi persaingan tenaga kerja konstruksi yang semakin ketat, terutama dengan dimulainya berbagai proyek infrastruktur besar-besaran di sekitar wilayah IKN.
“Kita ingin SDM Kukar naik kelas, punya daya saing, dan bisa terlibat aktif dalam pembangunan di daerah sendiri,” pungkas Sofyar. (Adv)













