DIGTALPOS.com, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang Najirah, menghadiri sekaligus membuka acara bimbingan teknis (Bimtek) penyuluhan keamanan pangan bagi pelaku usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) tahun 2022, di Ball Room Hotel Bintang Sintuk, Bontang Utara, Selasa (19/7/2022).
Diungkapkan Najirah, di masa pandemi ini Pemkot Bontang terus berusaha mempercepat dan mensinergikan upaya promosi dan pola hidup sehat, untuk meningkatkan produktivitas masyarakat dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit. Menurutnya hal ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 serta Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2017 tentang peningkatan efektivitas pengawasan obat dan makanan.
“Pemerintah di tingkat kota memiliki kewenangan dalam hal penerbitan izin produksi dan pengawasan produk IRTP yang beredar,” ucap Najirah.
Lebih lanjut, Badan POM telah mengeluarkan beberapa regulasi terkait pengawasan IRTP, seperti standar kegiatan usaha pada penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis risiko obat dan makanan, pedoman pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), cara produksi pangan yang baik untuk industri rumah tangga pangan, dan tata cara pemeriksaan sarana industri rumah tangga.
Sebagai kota yang meiliki penduduk multi kultural, kata Najirah, pembangunan Kota Bontang merupakan penjabaran dari visi kota, yaitu terwujudnya Kota Bontang yang lebih hebat dan beradab. Sebab itu sinergitas lintas sektor dibutuhkan, sehingga dapat melakukan kegiatan gerakan masyarakat hidup sehat sadar pangan aman (Germas Sapa) secara terpadu, sehingga masyarakat mendapatkan intervensi keamanan pangan yang komprehensif, yaitu intervensi dari sisi supply dan demand.
“Kami menyambut baik gerakan masyarakat hidup sehat sadar pangan aman (germas sapa) sebagai tindak lanjut implementasi instruksi presiden nomor 1 tahun 2017 tentang gerakan masyarakat hidup sehat,” jelasnya.
Disamping sinergi dengan program pusat, kegiatan ini juga sejalan dengan misi pemerintah kota, yaitu Kota Bontang yang harmoni melalui pemantapan sinergi dan kolaborasi pemerintah masyarakat, dan dunia usaha dalam pembangunan yang layak huni, cerdas dan berwawasan lingkungan melalui pemantapan ekonomi, sosial budaya dan infrastruktur serta pelestarian lingkungan hidup serta berdaya saing dan sejahtera melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Semoga program keamanan pangan dapat terwujud dan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat dari bahaya makanan yang tidak sesuai standar,” ujarnya.
Dengan berjalannya kegiatan ini, diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam rangka melaksanakan gerakan masyarakat hidup sehat melalui bimbingan teknis penyuluhan keamanan pangan (PKP).