DIGTALPOS.com, Bontang – Wali Kota Bontang Basri Rase mendorong Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, untuk mengembangkan inovasi guna meningkatkan kunjungan serta minat baca masyarakat.
Perpustakaan sendiri, berfungsi sebagai media pendidikan, tempat belajar, penelitian sederhana, pemanfatan teknologi informasi, kelas alternatif, dan sumber informasi.
Banyak hal penting yang menurut Basri diperoleh masyarakat dari perpustakaan. Sebab itu, ia meminta agar perpustakan dijadikan tempat yang nyaman, sehingga masyarakat yang datang bisa lebih betah dalam menggali informasi yang dibutuhkan.
“Jadikan perpustakaan bukan sekadar tempat baca buku saja. Suguhkan tempat yang nyaman sehingga masyarakat bisa betah, seolah-olah sedang berwisata,” ucap Basri, saat menghadiri Launching Studio Podcast Pusaka Hebat, di Gedung Perpustakaan Daerah Kota Bontang, Jalan HM Ardans, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Kamis (14/4/2022).
Basri juga berharap agar DPK Kota Bontang bisa menambah jam layanan, guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, seperti yang sudah dilakukan beberapa OPD saat ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang, Retno Febriaryanti menerangkan, beberapa program inovasi untuk meningkatkan daya tarik masyarakat sudah disiapkan, seperti Taman Baca serta Cafe Library, tinggal menunggu pengaplikasiannya saja.
Adapun untuk penambahan jam pelayanan, Retno menyebut, pihaknya juga sudah menjalankan program tersebut. Selain ada jam malam (perpustakaan buka sampai malam hari), program pelayanan untuk di hari sabtu – minggu pun sudah berjalan sejak lama.
“Program itu (jam malam serta pelayanan sabtu-minggu) sudah lama kami laksanakan, namun karena pandemi, dua tahun tidak kita laksanakan,” terangnya.
Dihentikannya program tersebut, kata Retno, karena sepi pengunjung menyusul aturan pembatasan yang dikeluarkan pemerintah untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19. Namun ditengah situasi pandemi yang sudah melandai saat ini, ia menyebut akan kembali menjalankan program tersebut.
“Setelah lebaran, kami akan jalan kembali program tersebut,”ujar Retno. (Asep)













