DIGTALPOS.com, Ujoh Bilang — Pelaksanaan Rapat Paripurna TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-46 Tahun Anggaran 2025 yang diikuti Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), menjadi momentum penting dalam upaya pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman dan perbatasan.
Program berskala nasional ini kembali membuka harapan baru bagi percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi tantangan utama bagi daerah berjuluk “Bumi Urip Kerimaan” tersebut.
Sekretaris Daerah Mahulu, Stephanus Madang, yang hadir mewakili Bupati Angela Idang Belawan, menegaskan bahwa TMMD merupakan program strategis yang sangat dinantikan masyarakat. Menurutnya, kebutuhan terhadap infrastruktur yang memadai mulai dari jalan penghubung antar kampung, sarana umum, hingga fasilitas sosial masih sangat mendesak, terutama bagi wilayah yang terisolasi oleh kondisi geografis ekstrem.
“Keterlibatan Mahulu dalam TMMD bukan sebatas agenda rutin. Ini adalah kebutuhan vital untuk mempercepat pembangunan di daerah yang selama ini sulit dijangkau,” ucap Stephanus, Kamis (04/12/2025).
Dalam rapat tersebut, Stephanus didampingi jajaran teknis Bappelitbangda serta perwira penghubung dari Danramil Long Bagun. Ia menyampaikan bahwa TMMD terbukti menjadi salah satu program yang menghadirkan hasil nyata di lapangan. Setiap pelaksanaan TMMD sebelumnya selalu memberikan dampak positif, seperti pembukaan ruas jalan baru, pembangunan jembatan kecil yang menghubungkan kampung-kampung, hingga penyediaan fasilitas dasar untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Dengan sinergi antara Pemkab Mahulu dan TNI, diharapkan pembangunan di kawasan terpencil dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan berkelanjutan. TMMD ke-46 pun diyakini menjadi peluang besar untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di perbatasan negara.
Pemerintah Kabupaten Mahulu optimistis, melalui kolaborasi yang kuat dengan TNI serta dukungan pemerintah pusat, pembangunan infrastruktur di daerah pedalaman tak lagi menjadi impian semata, tetapi perlahan diwujudkan demi masa depan Mahulu yang lebih maju dan inklusif. (Adv)













