DIGTALPOS.com, Samarinda – Peristiwa tertabraknya Jembatan Mahakam I di Samarinda beberapa waktu lalu masih menjadi perhatian serius DPRD Kaltim. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menyatakan proses penanganan kasus ini masih terus berjalan, terutama terkait pertanggungjawaban dari perusahaan yang terlibat.
“Peristiwa yang kedua, di mana kapal menabrak jembatan akibat putusnya tali towing, saat ini sedang dalam proses. Kami di DPRD sudah menggelar rapat dan memanggil pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti tanggung jawabnya,” ujar Sapto, Rabu (18/6/2025).
Dijelaskan Sapto, Jembatan Mahakam I merupakan aset milik pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban menjaga dan mengawal setiap penanganan insiden yang menyangkut infrastruktur strategis tersebut.
“Kami sudah mengundang pihak asuransi, tim engineering, dan instansi terkait lainnya. Kerusakan akan dihitung nilainya, kemudian akan dilakukan klaim asuransi,” terangnya.
Meski proses klaim sedang dipersiapkan, besarannya masih belum bisa ditentukan. “Nilainya masih dalam proses penilaian. Nanti Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kaltim yang akan mengekspos jumlah pastinya,” tambah politisi Golkar itu.
Sapto memastikan, DPRD akan terus mengawal kasus ini hingga seluruh kewajiban perusahaan benar-benar dipenuhi. Sebab, menjaga infrastruktur jembatan bukan hanya tanggung jawab pusat, tapi juga kepentingan bersama bagi masyarakat Kaltim. (Adv)













