DIGTALPOS.com, Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 langsung tancap gas. Dalam rapat koordinasi internal, Pansus mulai menyusun jadwal kerja intensif guna mengejar tenggat waktu pengesahan dokumen strategis ini.
Ketua Pansus RPJMD, Syarifatul Syadiah, menegaskan bahwa pembahasan akan dilakukan secara maraton mengingat waktu yang tersedia cukup terbatas. Meski belum langsung masuk ke tahapan rapat kerja dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Syarifatul menyebut penyusunan jadwal final menjadi prioritas utama.
“Hari ini kami masih menyusun agenda lengkap. Belum mulai rapat kerja karena semua harus terstruktur dan tepat waktu. Setelah rampung, barulah kami mulai mengundang mitra-mitra strategis,” jelasnya kepada awak media usai rapat, Senin (16/6/2025).
Tahap pertama rapat akan dimulai dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim yang dijadwalkan hadir pada Kamis (19/6/2025) mendatang. Lembaga teknokrat ini akan memaparkan isi dan arah kebijakan yang tertuang dalam draf awal RPJMD.
“Bappeda akan menjelaskan garis besar dokumen, termasuk arah pembangunan lima tahun ke depan sesuai visi-misi kepala daerah,” ujarnya.
Setelah itu, Pansus akan bergantian mengundang OPD-OPD yang memiliki porsi anggaran besar dan peran strategis dalam pembangunan, guna membedah program prioritas dan capaian target pembangunan jangka menengah.
Tak berhenti di sana, pembahasan lanjutan akan difokuskan pada sinkronisasi kebijakan lintas sektor. Hal ini penting agar RPJMD tidak hanya sekadar dokumen, tapi benar-benar menjadi peta jalan pembangunan yang inklusif dan implementatif.
“Setelah semua OPD selesai, kami akan kembali undang Bappeda untuk menyinkronkan seluruh rekomendasi Pansus. Harapannya semua masukan bisa dimasukkan ke dalam dokumen final,” tambahnya.
Pansus menargetkan seluruh proses rampung sebelum pertengahan Agustus, tepatnya sebelum 20 Agustus 2025. Namun, Syarifatul tak menampik bahwa waktu yang tersedia sangat mepet, apalagi di tengah padatnya agenda DPRD dan OPD.
“Waktunya sempit, tapi kami optimistis. Kuncinya adalah kerja efektif dan kolaboratif,” pungkasnya. (Adv)













