DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Di tengah upaya efisiensi dan kondisi anggaran daerah yang masih terbatas, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan dua program unggulan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas. Dua program tersebut adalah bantuan dana untuk Rukun Tetangga (RT) sebesar Rp 250 juta dan penyediaan seragam sekolah gratis bagi pelajar.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlanjutan program-program yang terbukti memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Meski begitu, ia menyebut pelaksanaannya akan sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah setiap tahun.
“Program RT dan seragam gratis masih bisa dijalankan. Besarannya nanti kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” ujar Mahyunadi.

Menurut Mahyunadi, bantuan dana untuk RT memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas sosial kemasyarakatan di tingkat lingkungan. Selama ini, dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti operasional RT, pemberdayaan masyarakat, hingga perbaikan fasilitas sederhana yang tidak tertampung dalam anggaran desa maupun kelurahan.
Program ini dinilai mampu memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus menjadi solusi cepat untuk kebutuhan-kebutuhan kecil yang bersifat mendesak.
Selain itu, program seragam gratis menjadi kebijakan yang disambut baik oleh para orang tua siswa. Melalui program ini, pemerintah membantu meringankan pengeluaran keluarga, terutama saat memasuki tahun ajaran baru yang biasanya penuh kebutuhan tambahan.
Mahyunadi menjelaskan bahwa program seragam gratis tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, tetapi juga memastikan seluruh siswa dapat memulai pendidikan dengan perlengkapan yang memadai. Hal ini diyakini turut mendukung pemerataan kualitas pendidikan di Kutim.
Meski manfaat kedua program tersebut dirasakan luas oleh masyarakat, Mahyunadi menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menetapkan prioritas anggaran. Pemerintah harus menyesuaikan setiap kebijakan dengan kekuatan fiskal daerah.
“Kalau anggarannya kuat, kita prioritaskan untuk tetap dijalankan. Kalau tidak, semuanya harus disesuaikan,” tambahnya.
Ia menyebut bahwa fleksibilitas dalam menentukan besaran anggaran diperlukan agar program lainnya yang bersifat strategis tidak terganggu. Pemerintah juga terus mengevaluasi agar setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat sasaran.
Dengan mempertahankan kesinambungan program bantuan RT dan seragam gratis, Pemkab Kutim berharap kebijakan sosial dapat terus menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Langkah ini juga sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup serta memperkuat fondasi pendidikan di seluruh wilayah Kutai Timur.
Program ini diharapkan menjadi bukti bahwa meski berada dalam tekanan anggaran, pemerintah tetap berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. (Adv)













