DIGTALPOS.com, Sukabumi – Bagi warga di Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, siapa yang tak kenal dengan Jejen Jaenudin. Pria berpostur tubuh tinggi ini kerap wara wiri di lingkungan Desa Cijambe. Membantu mengakomodir usulan masyarakat.
Ya, Jejen Jaenudin, sebelumnya diketahui mengemban amanah sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cijambe selama 2 Periode
Sebelum jadi Ketua BPD Desa Cijambe, pria yang akrab disapa si Jambrut ini, pernah bekerja di salah satu perusahaan wisata arung jeram di desanya. Namun karena panggilan jiwa, ia memilih keluar dari perusahaan tersebut, dan mengabdikan dirinya untuk melayani masyarakat.
Berbekal pengalamannya sebagai Ketua BPD, pria yang dikenal murah senyum serta ramah ini, berniat untuk maju dalam Bursa Pencalonan Kepala Desa atau Pilkades Periode 2022-2028.
Jejen Jaenudin lahir di Kampung Ciawitali pada tahun 25 Agustus 1980, ia pernah mengenyam pendidikan di SDN Cijambe dan lulus SD tahun 1992, kemudian ia melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 1 Cikidang pada tahun 1995. Pada jenjang pendidikan menengah atas, ia melajutkan sekolahnya di SMK Pasundan, namun karena sesuatu hal, ia tidak melanjutkan sekolahnya hingga tuntas. Jejen Kemudian mengambil paket C untuk memperoleh ijasah SMA atau sederajat di Kelapa Nunggal
Pria sulung dari ibu bernama Siti Sonariah ini, bertekat untuk menjadikan Desa Cijambe menjadi lebih baik melalui visinya yaitu; Terwujudnya Desa Cijambe yang Religius, Maju, Sehat, Sejahtera, serta Mandiri.
Guna mewujudkan niatnya, beberapa program pun telah ia susun, mulai dari program pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, perikanan, perdagangan, pariwisata, hingga pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM), dengan menggandeng International Hotel Academy.
Selain itu, ia juga bakal menjadikan pemerintahan desa yang transparan, bersih serta profesional.
“Hayu batur sa dulur, baraya sa desa, urang ngahiji, untuk menjadikan Desa Cijambe menjadi lebih baik,” kata Jejen, saat dihubungi media ini belum lama ini.
Disinggung soal Politik Uang (Money Politics), Jejen dengan tegas menolak cara-cara tersebut. Menurutnya, politik uang merusak demokrasi, sebab politik uang merupakan kejahatan pemilu dan harus ditindak tegas.
Perlawanan terhadap politik uang harus nyata dilakukan agar hal ini tidak menjadi budaya di masyarakat, selain itu, politik uang juga bisa menghancurkan masa depan dan kesejahteraan masyarakat Desa Cijambe. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk memilih dari hati, menentukan berdasarkan program yang di usung calon kepala desa.
“Kalau ada calon kades yang bagi-bagi uang, ambil uangnya jangan pilih orangnya,”terangnya.
“Coba bapak ibu pikirkan, jika ada calon yang menang karena cara tersebut (menggunakan politik uang), hal pertama yang akan mereka lakukan bukanlah bagaimana cara memajukan desa, tetapi, bagaimana cara agar modal Pilkades bisa kembali. Tah kusabab eta, hayu urang lawan politik uang,”pungkasnya. (asp)













