Daerah  

Hunian Inklusif di Jantung IKN, Rusun MBR Mulai Dibangun, Target Rampung Agustus 2026

Ilustrasi
Ilustrasi.

DIGTALPOS.com, Balikpapan – Pemerintah terus mematangkan konsep Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota masa depan yang inklusif dan berkeadilan. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang kini resmi dimulai oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Pada tahap pertama, pembangunan rusun MBR di kawasan IKN mencakup satu tower dengan total 65 unit hunian. Proyek ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026 dan diharapkan menjadi fondasi awal penyediaan hunian terjangkau bagi warga yang akan beraktivitas dan menetap di ibu kota baru.

Pembangunan rusun tersebut dilaksanakan oleh Kementerian PKP melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan II, Satuan Kerja PKP Kalimantan Timur, bekerja sama dengan Otorita IKN. Kepala BP3KP Kalimantan II, Mustofa Otfan, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker PKP Kaltim, Bayu Krisna Suryantara, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan kawasan permukiman yang inklusif dan layak huni di IKN.

“Pembangunan rusun MBR di IKN dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui BP3KP Kalimantan II bekerja sama dengan Otorita IKN,” ujar Bayu, seperti dilansir Kompas.com, Rabu (4/2/2026).

Rusun MBR ini dibangun di Sub Wilayah Pengembangan (SubWP) 1B Persil 1 MS.104.06, atau berdekatan dengan PSSI National Training Center. Lokasi tersebut dipilih secara strategis karena memiliki akses yang dekat dengan berbagai fasilitas publik utama, sekaligus berada di kawasan yang terus berkembang sebagai pusat aktivitas di IKN.

Pada tahap awal, satu tower yang dibangun akan menyediakan 65 unit hunian dengan tipe 36 meter persegi. Meski menyasar MBR, konsep hunian yang diusung tidak bersifat minimalis semata, melainkan mengedepankan kenyamanan dan fungsi ruang yang optimal.

“Unit hunian bertipe 36 meter persegi sudah difasilitasi dengan furnitur modular multifungsi, ruang keluarga, dapur, ruang cuci dan jemur, kamar tidur utama, kamar tidur, kamar mandi, serta planter box,” jelas Bayu.

Tak hanya unit hunian, kawasan rusun MBR juga dirancang sebagai lingkungan hidup yang lengkap. Berbagai fasilitas pendukung disiapkan, mulai dari area parkir, lapangan multifungsi, musala, balai warga, ruang komersial, klinik, tempat penampungan sementara (TPS), hingga fasilitas penunjang lainnya. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan produktif bagi para penghuni.

Dari sisi aksesibilitas, kawasan rusun MBR IKN dinilai sangat strategis. Transportasi publik tersedia, sementara fasilitas kesehatan dan pendidikan berada dalam jangkauan dekat. “Kawasan ini berdekatan dengan fasilitas kesehatan seperti RS Abdi Waluyo dan RS Mayapada, serta fasilitas pendidikan seperti Sekolah Taruna Nusantara dan Universitas Gunadarma,” ungkap Bayu.

Meski pembangunan fisik telah berjalan, pembahasan mengenai harga unit dan skema kepemilikan masih terus dilakukan. Pemerintah tengah mengkaji apakah hunian ini akan menggunakan skema sewa atau sewa-milik, dengan mempertimbangkan daya beli MBR serta kebijakan Otorita IKN.

“Untuk skema kepemilikan sewa atau sewa-milik, saat ini kami masih berdiskusi dengan pihak Otorita IKN,” katanya.

Selain itu, pembahasan mengenai subsidi pemerintah dan kerja sama dengan perbankan, termasuk kemungkinan pemanfaatan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), juga masih menunggu keputusan lebih lanjut. “Saat ini kami terus berdiskusi secara intens dengan pihak Otorita IKN terkait kebijakan penghunian rusun ke depannya,” tambah Bayu.

Terkait kriteria MBR, Bayu menegaskan bahwa penentuan kategori mengacu pada Peraturan Menteri PKP Nomor 5 Tahun 2025. Untuk Zona 2 yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Maluku Utara, dan Bali batas penghasilan ditetapkan maksimal Rp 9 juta per bulan bagi yang belum berkeluarga dan Rp 11 juta per bulan bagi yang sudah berkeluarga.

“Kategori MBR ditentukan berdasarkan zonasi dan penghasilan, tidak dibatasi oleh jenis pekerjaan maupun masyarakat lokal,” jelasnya.

Kontrak pembangunan rusun MBR ini sendiri telah ditandatangani pada 3 Oktober 2025, dengan masa pelaksanaan selama 330 hari kalender dan target penyelesaian pada 28 Agustus 2026.

Di balik ambisi besar tersebut, Bayu mengakui bahwa tantangan utama pembangunan hunian MBR di IKN terletak pada ketersediaan material bangunan. “Ketersediaan material murah masih harus didatangkan dari luar pulau, sehingga perhitungan material harus dilakukan dengan matang agar tidak terjadi kekosongan pekerjaan selama proyek berlangsung,” ujarnya.

Namun demikian, Kementerian PKP menegaskan komitmennya untuk mencegah terjadinya segregasi sosial di IKN. Kualitas hunian MBR, baik dari sisi desain maupun fasilitas, dipastikan tidak kalah dengan kawasan hunian ASN. “Kami menyediakan desain dan fasilitas lengkap yang tidak akan kalah dengan kawasan ASN, bahkan kawasan ASN dijadikan sebagai referensi dalam pembangunan hunian MBR,” tegas Bayu.

Lebih jauh, rusun MBR ini juga dirancang selaras dengan konsep 10-minute city yang diusung IKN, di mana kebutuhan dasar warga dapat diakses dalam waktu singkat. “Hunian MBR sangat mendukung konsep 10-minute city karena memiliki aksesibilitas tinggi ke fasilitas kesehatan dan pendidikan, serta mendukung mobilitas aktif dengan penyediaan jalur pejalan kaki,” pungkasnya. (*)

Penulis: RedEditor: Redaksi
news-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

128000306

128000307

128000308

128000309

128000310

128000311

128000312

128000313

128000314

128000315

128000316

128000317

128000318

128000319

128000320

128000321

128000322

128000323

128000324

128000325

128000326

128000327

128000328

128000329

128000330

128000331

128000332

128000333

128000334

128000335

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

148000326

148000327

148000328

148000329

148000330

148000331

148000332

148000333

148000334

148000335

148000336

148000337

148000338

148000339

148000340

148000341

148000342

148000343

148000344

148000345

148000346

148000347

148000348

148000349

148000350

148000351

148000352

148000353

148000354

148000355

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

168000296

168000297

168000298

168000299

168000300

168000301

168000302

168000303

168000304

168000305

168000306

168000307

168000308

168000309

168000310

168000311

168000313

168000315

168000316

168000317

168000318

168000319

168000320

168000321

168000322

168000323

168000324

168000325

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

178000376

178000377

178000378

178000379

178000380

178000381

178000382

178000383

178000384

178000385

178000386

178000387

178000388

178000390

178000391

178000392

178000393

178000394

178000395

178000396

178000397

178000398

178000399

178000400

178000401

178000402

178000403

178000404

178000405

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

188000386

188000387

188000388

188000389

188000390

188000391

188000392

188000393

188000394

188000395

188000397

188000398

188000399

188000400

188000401

188000402

188000403

188000404

188000405

188000406

188000407

188000408

188000409

188000410

188000411

188000412

188000413

188000414

188000415

situs gacor

situs gacor

situs gacor

situs gacor

situs gacor

situs gacor

situs gacor

situs gacor

situs gacor

situs gacor

198000285

198000286

198000287

198000288

198000289

198000290

198000291

198000292

198000293

198000294

198000295

198000296

198000297

198000298

198000299

198000300

198000301

198000302

198000303

198000304

198000305

198000306

198000307

198000308

198000309

198000310

198000311

198000312

198000313

198000314

pola gacor

pola gacor

pola gacor

pola gacor

pola gacor

pola gacor

pola gacor

pola gacor

pola gacor

pola gacor

208000107

208000108

208000110

208000112

208000113

208000116

208000119

208000121

208000124

208000126

208000127

208000128

208000129

208000130

208000131

208000132

208000133

208000134

208000135

maxwin

maxwin

maxwin

maxwin

maxwin

maxwin

maxwin

maxwin

maxwin

maxwin

218000201

218000202

218000203

218000204

218000205

218000206

218000207

218000208

218000209

218000210

218000211

218000212

218000213

218000214

218000215

218000216

218000217

218000218

218000219

218000220

218000221

218000222

218000223

218000224

218000225

218000226

218000227

218000228

218000229

218000230

link gacor

link gacor

link gacor

link gacor

link gacor

link gacor

link gacor

link gacor

link gacor

link gacor

228000172

228000173

228000174

228000176

228000177

228000178

228000179

228000180

228000181

228000182

228000184

228000185

228000186

228000187

228000188

228000189

228000190

228000191

228000192

228000193

228000194

228000195

228000196

228000197

228000198

228000199

228000200

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

news-1701