DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak kembali mendapat sorotan, setelah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional Ruang Bersama Indonesia (RBI). Meski demikian, implementasi program tersebut di seluruh wilayah Kutim masih terganjal oleh kebijakan efisiensi anggaran.
Kepala DPPPA Kutim, Idham Cholid, mengungkapkan bahwa RBI merupakan salah satu program prioritas yang tengah didorong oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Program ini merupakan pengembangan dari Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang sebelumnya telah berjalan. RBI hadir sebagai ruang kolaboratif yang dirancang untuk memperkuat pemberdayaan, perlindungan, serta pemenuhan hak-hak perempuan dan anak.
“Kedatangan Menteri PPPA langsung ke Sangatta menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat pelaksanaan program ini. Kehadiran tersebut menunjukkan perhatian serius pemerintah pusat terhadap daerah,” jelas Idham, belum lama ini.
Namun, Idham tak menampik bahwa penerapan RBI belum bisa dilakukan secara menyeluruh di Kutim. Hambatan terbesar yang saat ini dihadapi adalah kebijakan efisiensi anggaran yang membuat banyak rencana harus ditunda.

“Untuk saat ini, kami baru bisa memaksimalkan pelaksanaan program di Kecamatan Sangatta Utara. Idealnya, RBI dapat diterapkan di seluruh kecamatan, tetapi kondisi anggaran memaksa kami melakukan prioritas,” ujarnya.
Meski terbatas, DPPPA Kutim tetap menunjukkan optimisme. Salah satu langkah konkret yang telah disiapkan adalah rencana pembukaan ruang bermain ramah anak di setiap kecamatan, sebagai bagian dari perluasan program RBI. Namun lagi-lagi, rencana tersebut harus menunggu kesiapan anggaran pemerintah daerah.
“Semua sudah direncanakan. Kami ingin ruang ramah anak hadir di setiap kecamatan. Tetapi untuk sekarang, hambatannya masih efisiensi anggaran,” pungkas Idham.
Dengan komitmen kuat dari DPPPA Kutim, diharapkan program RBI dapat segera diperluas ke seluruh wilayah, sehingga perempuan dan anak di Kutim bisa merasakan layanan dan fasilitas perlindungan yang lebih merata. (adv)













