DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Kutai Timur (Kutim) terus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Tak hanya memperbaiki fasilitas dan kurikulum, Disdikbud Kutim juga mengambil langkah besar dengan mengangkat kompetensi tenaga pendidik melalui program kuliah gratis bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Langkah progresif ini diwujudkan melalui pemberian kesempatan bagi ratusan guru PAUD untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 1 (S1) di luar daerah. Program tersebut sepenuhnya dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam membangun fondasi pendidikan sejak usia dini.
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa masih banyak guru PAUD di Kutim yang memiliki dedikasi dan kemampuan mengajar yang baik, namun belum memenuhi persyaratan kualifikasi akademik formal. Karena itu, sejak 2024 pihaknya menginisiasi program kuliah melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Skema ini memungkinkan pengalaman mengajar guru PAUD selama bertahun-tahun dikonversi menjadi kredit akademik yang diakui perguruan tinggi.
“Tahun lalu guru-guru PAUD yang belum S1 kami kuliahkan di UPI Bandung melalui program RPL sebanyak 177 guru. Untuk tahun ini ada 151 guru yang kami kirim ke Universitas Negeri Malang,” ungkap Mulyono, Rabu (16/11/2025).

Menurutnya, seluruh peserta program saat ini tengah mengikuti proses perkuliahan. Guru-guru yang belajar di UPI Bandung diproyeksikan dapat menyelesaikan studinya pada tahun mendatang dan segera menerapkan ilmu baru yang mereka peroleh kepada peserta didik di kelas masing-masing.
“Semakin banyak guru yang memiliki gelar sarjana, maka proses pembelajaran PAUD akan semakin berkualitas lebih terarah, kreatif, dan sesuai dengan standar perkembangan anak,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran 329 guru PAUD yang sedang menempuh pendidikan sarjana bukan hanya sekadar peningkatan kualifikasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi Kutai Timur. Tenaga pendidik yang lebih kompeten diyakini memberikan dampak besar pada kualitas generasi masa depan.
“Guru-guru PAUD yang sedang kuliah di UPI Bandung dan Universitas Negeri Malang merupakan aset besar bagi Kutai Timur. Mereka adalah investasi yang hasilnya akan kita rasakan bertahun-tahun ke depan,” tutup Mulyono. (adv)













