DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) terus mendorong pelestarian budaya lokal melalui program penetapan Desa Budaya. Tahun ini, tiga desa tengah menjalani proses verifikasi sebagai calon Desa Budaya. Namun, Disdikbud menegaskan bahwa penetapannya tidak dilakukan secara serampangan.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliyansyah, menuturkan bahwa desa yang diusulkan harus mampu menunjukkan bahwa budaya yang mereka miliki benar-benar hidup dalam keseharian masyarakatnya, bukan sekadar dipertunjukkan ketika ada acara tertentu.
“Budaya itu berbagai jenis. Adatnya harus tetap ada dan dijalankan setiap hari, bukan hanya saat ada kegiatan seremonial. Misalnya, latihan menari harus menjadi rutinitas, kegiatan adat harus berlangsung alami dalam kehidupan warga. Desa seperti itulah yang perlu kami verifikasi,” jelasnya saat ditemui, Senin (17/11/2025).
Ia menambahkan bahwa proses verifikasi melibatkan pengamatan langsung terhadap aktivitas budaya yang berlangsung di desa. Tim juga menilai keberlanjutan adat istiadat, komitmen masyarakat, hingga keberadaan pelaku seni dan pengrajin lokal. Tujuannya agar desa yang ditetapkan benar-benar menjadi representasi budaya yang hidup dan lestari.

Menurut Padliyansyah, tiga desa yang tengah diusulkan tahun ini merupakan desa yang dinilai memiliki potensi kuat dalam menjaga adat istiadat nenek moyang mereka. Meski begitu, penetapan tetap menunggu hasil verifikasi mendalam agar tidak meleset dari tujuan utama program.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melestarikan warisan budaya daerah sekaligus memperkuat potensi desa wisata yang berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Lebih jauh, ia berharap kehadiran Desa Budaya di Kutai Timur dapat menjadi daya tarik wisata baru, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat melalui kegiatan budaya yang produktif dan berkelanjutan.
“Harapannya, Desa Budaya ini tidak hanya menjaga identitas lokal, tapi juga menciptakan ruang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pariwisata budaya. Semakin kuat budaya dijaga, semakin kuat pula karakter daerah kita,” pungkasnya. (adv)













