DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembangunan sektor pertanian dan perkebunan sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Menurutnya, kedua sektor tersebut terbukti menjadi penopang utama ketahanan ekonomi Kutim, terutama dalam dua tahun terakhir.
Ardiansyah mengungkapkan, kontribusi pertanian dan perkebunan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kutim terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2023, kontribusinya berada di angka 7,60 persen dan meningkat signifikan menjadi 8,80 persen pada 2024. Lonjakan ini, kata Ardiansyah, merupakan indikator keberhasilan pembangunan sektor primer sekaligus bukti potensi besar yang dimiliki Kutim.
“Ini capaian luar biasa yang menunjukkan bahwa pertanian dan perkebunan kita semakin kuat. Kita harus menjaga momentum ini,” ucap Ardiansyah, belum lama ini.
Untuk mendorong pertumbuhan lebih besar, Pemkab Kutim sudah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis. Di antaranya penyediaan bibit unggul yang lebih adaptif, pelatihan teknologi pertanian modern, penguatan kelembagaan petani, serta pembukaan akses pasar yang lebih luas, baik untuk kebutuhan domestik maupun peluang ekspor.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah memetakan kawasan potensial untuk pengembangan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, padi, hortikultura, dan tanaman pangan lainnya. Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan rantai nilai (value chain) yang lebih kuat antara petani, pelaku usaha, dan sektor industri pengolahan.
Tak hanya fokus pada peningkatan produksi, Ardiansyah menekankan pentingnya pemberdayaan petani agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci, terutama dalam menghadapi tantangan digitalisasi pertanian dan persaingan pasar global.
“Kami ingin petani di Kutim bisa mandiri, sejahtera, dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Kutim di masa depan,” tegasnya.
Ardiansyah berharap, berbagai langkah pembangunan ini dapat melahirkan pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat ketahanan pangan daerah, membuka lapangan kerja yang lebih luas, dan mendorong terwujudnya sektor agro-industri berkelanjutan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan fokus pembangunan yang jelas, sektor pertanian dan perkebunan Kutim diharapkan menjadi kekuatan utama transformasi ekonomi daerah menuju masa depan yang lebih tangguh dan sejahtera. (adv)













