DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman secara resmi melepas 43 atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur (Kaltim) Tahun 2025 di Kota Balikpapan. Pelepasan berlangsung penuh antusiasme, menjadi momentum penting bagi para atlet yang sebagian besar merupakan tenaga pendidik dari berbagai kecamatan di Kutim.
Dikatakan Ardiansyah, kekompakan adalah modal utama sebuah kontingen untuk tampil maksimal di ajang kompetitif. Menurutnya, dunia olahraga tidak pernah lepas dari dinamika prestasi, namun semangat kebersamaan adalah faktor yang membuat tim bisa tetap kokoh menghadapi tekanan.
“Naik-turun prestasi dalam dunia olahraga adalah hal yang wajar. Yang penting adalah bagaimana kita terus memperbaiki diri, menjaga semangat, dan tampil kompak dalam setiap pertandingan,” ucap Bupati Ardiansyah.
Orang nomor satu di Kutim ini menambahkan, kekuatan sebuah tim tidak hanya diukur dari kualitas individu, tetapi juga dari sejauh mana para anggota mampu membangun solidaritas. Ia menilai, kontingen Kutim memiliki potensi besar untuk menunjukkan performa terbaik apabila mampu menjaga kerjasama dan disiplin.

“Kompakan dan keseragaman adalah kekuatan. Dengan itu, kita bisa menunjukkan bahwa Kutim siap bersaing dengan penuh martabat,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Kontingen Kutim, Irma Yuwanda, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya mengirimkan 43 atlet dan 11 ofisial. Mereka akan turun di sejumlah cabang olahraga dan seni, dengan target medali emas pada cabor catur, sepak takraw, dan melukis kaligrafi, yang selama ini menjadi andalan Kutim. Irma optimistis kontingen Kutim mampu menorehkan hasil terbaik.
“Kutim menargetkan masuk tiga besar klasemen akhir Porseni PGRI Kaltim 2025,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Keberangkatan kontingen ini diharapkan mampu mengharumkan nama Kutai Timur sekaligus mempererat silaturahmi antar pendidik se-Kaltim melalui semangat sportivitas dan kreativitas. (Adv)













