DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Gelaran Lomba Warsa Busana yang diselenggarakan TP PKK Kutai Timur (Kutim) di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Sangatta, tak hanya menghadirkan kreativitas para camat, tetapi juga memantik perhatian Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Ia memuji karya-karya busana yang dinilai memiliki keunikan, karakter kuat, serta nilai ekonomi yang tinggi.
Ardiansyah menilai, kreativitas yang ditampilkan para camat bukan sekadar busana seremonial, namun merupakan hasil karya yang memiliki nilai seni dan potensi komersial yang besar. Karena itu, ia menegaskan pentingnya setiap desain tersebut didaftarkan ke Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Desain yang ditampilkan para camat ini memiliki nilai desain dan nilai ekonomi yang tinggi. Maka dari itu, harus diperkuat dengan perlindungan HAKI,” ujar Ardiansyah, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, pendaftaran HAKI adalah langkah penting untuk melindungi hasil karya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, terutama di tengah meningkatnya kreativitas masyarakat serta maraknya praktik penjiplakan desain.

Bupati Kutim itu menambahkan, perlindungan terhadap karya lokal juga akan memberikan kepastian hukum bagi para perancang, pengrajin, maupun pelaku industri kreatif di daerah. Dengan HAKI, setiap ciptaan tidak hanya aman secara legal, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.
“Ini penting, karena dapat memastikan karya lokal memiliki nilai ekonomi yang jelas. Ke depan, karya ini bisa terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi para pencipta maupun daerah,” tegasnya.
Gelaran Lomba Warsa Busana sendiri menjadi wujud apresiasi terhadap kreativitas para pemimpin kecamatan sekaligus bentuk dukungan terhadap industri kreatif lokal yang semakin berkembang di Kutai Timur. (adv)













