DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat langkah pembangunan di wilayahnya. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur hingga mencapai 70 persen dalam lima tahun ke depan. Target ambisius ini ia sampaikan usai menghadiri rapat bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Jumat (21/11/2025).
Menurut Ardiansyah, pembangunan infrastruktur merupakan fondasi penting dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia memaparkan bahwa idealnya, porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk sektor infrastruktur berada pada kisaran 60 persen, sementara 40 persen dialokasikan untuk sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.
Namun, melihat struktur APBD 2026 yang turut mencakup proyek-proyek strategis melalui skema Multiyears Contract (MYC), Ardiansyah menilai bahwa proporsi anggaran infrastruktur tahun depan justru telah melampaui angka ideal tersebut.
“Kalau kita lihat dari penganggaran tahun depan, apalagi dengan adanya proyek MYC, saya kira porsinya sudah lebih dari 60 persen,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi Kutim yang masih tergolong muda sebagai daerah otonom. Dengan usia baru 26 tahun, Ardiansyah mengakui bahwa pembangunan infrastruktur di berbagai kecamatan dan desa masih membutuhkan perhatian ekstra.
“Kita tahu bersama, Kutim yang baru 26 tahun infrastrukturnya masih jauh dari memadai. Karena itu kita kejar ketertinggalan ini secara bertahap,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati optimistis bahwa target 60 hingga 70 persen pembangunan infrastruktur dapat dicapai menjelang akhir masa kepemimpinannya. Pembangunan jalan, jembatan, fasilitas dasar, hingga penguatan pelayanan umum disebutnya menjadi fokus utama agar Kutim bisa lebih siap menghadapi perkembangan dan investasi di masa depan.
Meski APBD Kutim 2026 dipastikan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, Ardiansyah memastikan seluruh program prioritas tetap berjalan tanpa pengurangan signifikan. Program unggulan termasuk sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan disebutnya akan tetap dipertahankan.
“Walaupun APBD turun, seluruh program yang menjadi prioritas tetap dapat kita jangkau. Khususnya program unggulan, InsyaAllah tetap berjalan,” tegasnya.
Dengan target tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini masih membutuhkan peningkatan akses dan fasilitas dasar. (adv)













