DIGTALPOS.com, Kutai Timur – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali menjadi sorotan nasional setelah Batuta Chemical Industrial Park (BCIP) memastikan rencana pembangunan kawasan industri berbasis kimia dan energi dengan nilai investasi fantastis, mencapai Rp 40 triliun. Proyek raksasa ini digadang-gadang menjadi salah satu yang terbesar di Kalimantan Timur, terutama di sektor hilirisasi batubara.
BCIP akan mengembangkan kawasan industri terpadu yang berfokus pada pengolahan batu bara menjadi metanol dan berbagai produk turunan bernilai tinggi. Langkah ini sejalan dengan agenda besar pemerintah untuk memperkuat hilirisasi dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyambut antusias kehadiran investasi jumbo tersebut. Ia menilai kawasan industri BCIP bukan hanya akan menjadi pusat aktivitas industri kimia, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah dalam jangka panjang.
“Ini lah yang kami harapkan mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian di Kutim,” ujarnya usai bertemu dengan pihak investor, Rabu (12/11/2025).
Menurut Ardiansyah, proyek BCIP telah mengantongi persetujuan dari pemerintah pusat dan masuk dalam daftar investasi strategis nasional. Saat ini, Pemkab Kutim bersama pihak perusahaan tengah menunggu tahapan realisasi pembangunan serta persiapan operasional industri.
Ia menegaskan bahwa hilirisasi metanol yang akan dilakukan BCIP memiliki potensi besar untuk menciptakan nilai tambah dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam daerah.
“Kami optimistis, keberadaan BCIP akan membuka ribuan lapangan kerja baru, memperkuat hilirisasi bahan mentah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tambahnya.
Jika terealisasi tepat waktu, kawasan industri BCIP bukan hanya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kutim, tetapi juga memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai daerah industri strategis di Indonesia. Proyek ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi ekonomi berbasis energi dan kimia di masa depan. (Adv)













