DIGTALPOS.com, Bontang – Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu dan pasangnya air laut menyebabkan banjir kembali merendam wilayah Kelurahan Guntung, Kota Bontang, Jumat (11/4/2025).
Bencana ini memaksa warga di delapan Rukun Tetangga (RT) untuk siaga menghadapi kemungkinan terburuk.
Delapan RT terdampak meliputi RT 4, RT 6, RT 10, RT 11, RT 12, RT 13, RT 15, dan RT 17. Air menggenangi sebagian besar wilayah permukiman hingga mencapai ketinggian lutut orang dewasa di beberapa titik, terutama di kawasan jalan-jalan utama yang biasa dilalui warga.
Mengantisipasi potensi risiko yang lebih besar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang bergerak cepat dengan menurunkan enam personel ke lapangan. Tim ini bertugas untuk melakukan pemantauan situasi secara langsung dan mempersiapkan proses evakuasi apabila diperlukan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail, yang juga merupakan warga RT 11 salah satu wilayah yang terdampak banjir menyampaikan bahwa air mulai menggenangi wilayah tersebut sejak pukul 10.00 Wita dan terus meningkat hingga sore hari.
“Genangan mulai terlihat dari pagi, khususnya di sekitar Posyandu RT 6. Lalu, menjelang sore hari, ketinggian air terus bertambah seiring naiknya air laut,” jelas Ismail.
Ismail mengungkapkan bahwa banjir kali ini terjadi karena kombinasi dari tiga faktor: hujan deras di wilayah hulu, meluapnya sungai, dan kondisi pasang laut yang tinggi. Ketiganya saling memperparah situasi yang sudah sering dialami warga Guntung dalam beberapa tahun terakhir.
“Banjir ini cukup lambat surut karena faktor pasang laut. Berdasarkan informasi dari BMKG, ketinggian pasang laut pada sore ini mencapai 1,8 meter. Ini menjadi salah satu penyebab utama mengapa air sulit turun cepat,” tambahnya.
Kendati sempat membuat warga resah, kondisi berangsur membaik menjelang malam. Saat waktu magrib, ketinggian air mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan.
“Jika tidak ada hujan susulan, kemungkinan besar air akan terus surut malam ini,” kata Ismail.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait evakuasi maupun kerusakan rumah warga. BPBD masih terus melakukan pemantauan secara berkala, sembari mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. (*)













