DIGTALPOS.com, Samarinda — Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mempertegas arah pembangunan kampung tahun 2025 dengan menitikberatkan pada dua aspek fundamental peningkatan akuntabilitas tata kelola pemerintahan kampung dan penguatan kualitas pelayanan dasar masyarakat.
Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan dua bimbingan teknis (Bimtek) strategis yang secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Mahulu, Suhuk, di Samarinda, Kamis (04/12/2025).
Pelaksanaan dua Bimtek sekaligus ini menjadi langkah nyata Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mahulu dalam menjawab kebutuhan mendesak di lapangan. Pertama, Bimtek Coretax Perpajakan hadir sebagai upaya mendorong tata kelola keuangan kampung yang transparan, tertib, dan sesuai regulasi terbaru.
Dengan menghadirkan narasumber dari KPP Pratama Tenggarong dan Bankaltimtara, para peserta yang sebagian besar merupakan aparat kampung dari wilayah pedalaman mendapat pemahaman langsung terkait digitalisasi administrasi perpajakan, pelaporan, hingga pengelolaan transaksi nontunai.
Digitalisasi perpajakan ini dinilai sangat penting, mengingat banyak kampung di Mahulu kini mulai mengelola anggaran dalam jumlah besar seiring meningkatnya dana kampung setiap tahun. Kemampuan aparatur dalam memahami sistem perpajakan modern menjadi kunci agar pengelolaan anggaran semakin akuntabel dan minim risiko kesalahan administrasi.
Kedua, Bimtek sektor pelayanan dasar diarahkan bagi TP PKK, kader Posyandu, dan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Pelatihan ini fokus memperkuat kapasitas kader dalam isu-isu strategis seperti kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi, manajemen Posyandu, pencegahan stunting, hingga praktik pendampingan keluarga di tingkat kampung. Materi pelatihan semakin kaya dengan hadirnya narasumber dari berbagai institusi tingkat provinsi, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), hingga tenaga ahli P3MD.
Kehadiran para narasumber lintas sektor tersebut memberikan perspektif yang lebih luas dan praktis, sehingga kader kampung tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan strategi penanganan kesehatan masyarakat secara langsung di lapangan.
Dua pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini didanai sepenuhnya melalui APB Kampung, sebagai bentuk komitmen kuat bahwa pembangunan sumber daya manusia bukan hanya tanggung jawab pemerintah pusat atau kabupaten, namun juga menjadi bagian dari peran aktif pemerintahan kampung.
Wakil Bupati Suhuk dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi dan peningkatan kapasitas aparatur serta kader kampung. Ia berharap melalui pelaksanaan Bimtek terpadu ini, kampung-kampung di Mahulu dapat menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Dengan penguatan kemampuan SDM kampung yang berkelanjutan, Pemkab Mahulu optimistis bahwa pembangunan dapat bergerak dari akar paling dasar dari kampung sebagai fondasi kuat dalam mewujudkan Mahulu yang maju, sehat, dan mandiri. (adv)













