DIGTALPOS.com, Bontang Pandemi Covid-19 yang melanda 2 tahun ini, secara tidak langsung telah berdampak pada dunia pendidikan di Kota Bontang. Belajar dengan metode daring yang sejauh ini dilakukan, dianggap tidak se efektif metode tatap muka. Sebab itu, para guru di tuntut untuk lebih kreatif dalam memberikan pelajaran sehingga tetap bisa mencetak generasi yang unggul dan berkualitas.
Oleh karena itu, dalam rangka mendukung peningkatan dunia pendidikan di Kota Bontang, PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI), menggelar Pelatihan Pengembangan Kapasitas Pendidik, Penyusunan RPP Berdiferensiasi, Kurikulum Merdeka Belajar, kepada 50 puluh guru, tingkat sekolah menengah pertama (SMP) se Kota Bontang.
Menggandeng narasumber yang berkompeten dibidangnya, pelatihan ini digelar selama 3 hari, mulai tanggal 24-26 Maret 2022, di Gedung SKB, Dinas Pendidikan Kota Bontang, Jalan HM Ardans, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono, di Ruang Multi Media, Gedung Perpustakaan Daerah Kota Bontang, yang lokasinya bersebelahan dengan Gedung SKB.
Dikemukakan Government, Community Relation & GA Dept. Head PT. KNI, Reza Zacharias, pelatihan ini merupakan kegiatan pertama PT KNI dengan para guru, sejak pandemi Covid-19 melanda tanah air. Sebelumnya, PT KNI diketahui memiliki berbagai program CSR yang menyasar para guru, salah satunya dibidang Sains, melalui Program Stelr Stem Education.
Reza menambahkan, seluruh program CSR PT KNI diselaraskan dengan program pemerintah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap Pemerintah Kota Bontang.
“Pelatihan yang hari ini digelar merupakan sesuatu yang berbeda dengan program sebelumnya. Saya harap kerjasama ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Bontang, Bambang Cipto Mulyono, mengapresiasi PT KNI yang konsisten mendukung dunia pendidikan Kota Bontang.
Ditambahkan mantan Kepala Disporapar Bontang ini, Kurikulum Merdeka Belajar saat ini masih opsional, dan belum diterapkan sepenuhnya. Kendati begitu, menurutnya, kurikulum ini merupakan sebuah terobosan untuk mengejar ketertinggalan atau lost learning selama pandemi Covid-19.
Saat ini sekolah tidak dipaksa untuk menarapkan kurikulum ini, namun diberikan opsi untuk memilih apakah tetap menggunakan Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, ataupun Kurikulum Merdeka Belajar. Namun begitu, ia merasa bahwa kedepan, kurikulum ini akan diterapkan di dunia pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan serta pengembangan kapasitas diri, khususnya tenaga pendidik harus dimulai dari sekarang, sehingga tujuan pembelajaran untuk meningkatkan mutu dan meningkatkan martabat masyarakat Indonesia, bisa tercapai.
“Menjadi guru, merupakan pekerjaan yang mulia. Pendidikan merupakan investasi masa sekarang dan masa depan. Sebab itu, dalam menghadapi era global, atau era industri 4.01, dibutuhkan inovasi dan kreatifitas dalam dunia pendidikan, sehingga bisa mencetak SDM yang unggul dan berdaya bersaing,” ujarnya (asep).













