DIGTALPOS.com, Samarinda – Program insentif bagi guru swasta yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, mendapat dukungan penuh dari DPRD Kaltim. Program yang diberi nama Jospol itu dinilai sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah provinsi terhadap kesejahteraan para tenaga pendidik di sekolah swasta.
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menyambut baik langkah tersebut. Ia menyebut insentif sebesar Rp 500 ribu per bulan yang diberikan melalui program Jospol bukan sekadar angka, melainkan bentuk penghargaan atas peran guru swasta dalam mencerdaskan generasi muda Benua Etam.
“Program ini betul-betul kami apresiasi. Sangat luar biasa, karena ini menunjukkan keberpihakan Pemprov Kaltim kepada para guru swasta,” ujar politikus Partai Golkar itu, Jumat (28/6/2025).
Menurutnya, meskipun nominalnya tidak terlalu besar, bantuan tersebut sangat berarti bagi para guru yang selama ini berjuang dalam keterbatasan. Apalagi sebagian besar dari mereka juga memiliki tanggungan keluarga dan kebutuhan hidup lainnya.
“Insentif ini membuktikan bahwa gubernur dan wakil gubernur benar-benar punya komitmen terhadap kesejahteraan masyarakatnya, termasuk guru swasta. Semoga ke depan nilainya bisa meningkat,” lanjutnya.
Salehuddin berharap, dengan adanya tambahan penghasilan ini, para guru swasta bisa lebih fokus dan semangat dalam menjalankan tugas mengajarnya. Ia optimistis, program ini akan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, baik di sekolah negeri maupun swasta.
Lebih jauh, ia juga mendorong agar program Jospol tidak berhenti di tahun ini saja. Salehuddin meminta agar insentif tersebut bisa diperluas dan dibahas kembali dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2025.
“Kesejahteraan guru adalah titik awal dari pendidikan yang adil. Tidak boleh ada kesenjangan hanya karena status tempat mengajar. Semua guru, baik di negeri maupun swasta, sama-sama berkontribusi besar bagi bangsa ini,” tegasnya.
Ia menambahkan, selama ini perhatian terhadap guru swasta, terutama di jenjang SD dan SMP yang menjadi kewenangan kabupaten/kota, masih sangat minim. Oleh karena itu, kehadiran Pemprov Kaltim melalui program Jospol menjadi angin segar yang sangat dinanti.
“Kita bersyukur, sekarang kita punya Gubernur dan Wakil Gubernur yang betul-betul tulus dan ikhlas memperjuangkan kesejahteraan guru,” pungkasnya. (Adv)













