DIGTALPOS.com, Balikpapan – Penanganan dampak cuaca ekstrem berupa angin kencang yang disertai hujan deras di Gang Telaga Mas, Jalan 21 Januari, Balikpapan Barat, terus dilakukan tim gabungan, Minggu (8/2/2026).
Sejak pagi, petugas fokus melakukan evakuasi di lokasi bangunan yang roboh sekaligus mendata kerusakan di lingkungan permukiman warga sekitar.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, relawan, dan unsur terkait langsung bergerak cepat setibanya di lokasi kejadian. Proses evakuasi dipusatkan pada area reruntuhan bangunan yang ambruk akibat terjangan angin kuat. Dari hasil evakuasi tersebut, petugas menemukan satu korban meninggal dunia bernama Anggi (34).
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kota Balikpapan, Bambang Subagya, menjelaskan bahwa korban bukan merupakan warga setempat. Berdasarkan keterangan warga sekitar, Anggi diketahui seorang pedagang yang saat kejadian berteduh untuk menghindari hujan deras. Namun nahas, bangunan tempatnya berlindung justru roboh akibat terjangan angin kencang.
“Begitu kami tiba di lokasi, prioritas utama langsung kami arahkan ke proses evakuasi di titik reruntuhan. Dari situ ditemukan satu korban meninggal dunia,” ujar Bambang, seperti dilansir metroikn.co.
Bambang menambahkan, hasil sementara dari pengumpulan informasi di lapangan menunjukkan bahwa angin berintensitas cukup kuat menjadi pemicu utama robohnya bangunan tersebut. Kondisi konstruksi bangunan yang dinilai kurang kokoh diduga memperparah dampak terjangan angin.
“Kita dapat informasi di sekitar lokasi memang terjadi angin yang cukup kuat. Ditambah lagi kemungkinan konstruksi bangunannya kurang kuat, sehingga tidak mampu menahan guncangan,” jelasnya.
Selain mengevakuasi korban, tim gabungan juga melakukan upaya pembersihan puing-puing bangunan yang berserakan. Sejumlah kendaraan yang tertimpa reruntuhan turut menjadi perhatian petugas. Namun hingga sore hari, proses evakuasi kendaraan belum sepenuhnya rampung karena medan di lokasi dinilai cukup berat dan berisiko bagi keselamatan petugas.
“Masih ada dua kendaraan yang belum bisa dievakuasi. Kemungkinan akan kita lanjutkan besok bersama masyarakat setempat. Kita juga akan koordinasi dengan Pak Lurah karena kondisi medannya cukup berat,” ungkap Bambang.
Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh warga sekitar. Samton, salah seorang warga, mengaku melihat detik-detik bangunan ambruk saat angin kencang datang secara tiba-tiba.
“Waktu itu angin kencang sekali. Korban berteduh di sini, lalu tiba-tiba bangunan yang satu roboh dan menimpa bangunan di sebelahnya,” tutur Samton.
Hingga berita ini diterbitkan, petugas gabungan masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pendataan lanjutan dan memastikan tidak ada potensi bahaya susulan. Koordinasi dengan pihak kelurahan juga terus dilakukan guna menentukan langkah penanganan berikutnya, termasuk pembersihan lokasi dan upaya mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang. (*)













