DIGTALPOS.com, Samarinda – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) tentu menambah aroma baru di sektor perekonomian Bumi Etam, tak terkecuali bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan daya saing (UMKM) di Kaltim untuk menyambut tantangan dan peluang hadirnya IKN.
Menurut Sapto, tidak ada kendala berarti dalam hubungan dengan Otorita IKN (OIKN). Tantangan terbesar justru ada di tingkat kesiapan para pelaku usaha lokal.
“OIKN itu tidak ada masalah. Sekarang justru bagaimana kita menyiapkan UMKM agar sesuai standar. Karena yang akan datang ke Kalimantan Timur bukan hanya masyarakat lokal, tetapi juga dari mancanegara. Artinya, semua produk yang kita tampilkan harus sudah terstandarisasi,” tegas Sapto, Jumat, (25/4/2025).
Ia menekankan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah pendataan, pembinaan, dan sertifikasi UMKM. Produk yang dihasilkan, kata dia, tak bisa lagi hanya mengandalkan prinsip “asal laku”, melainkan harus memenuhi standar mutu nasional dan internasional.
“Mulai dari bahan baku, penyimpanan, proses produksi, hingga aspek higienitasnya harus jelas. Harus ada izin produksi pangan rumah tangga (IRT), label halal, hingga sertifikasi SNI. Ini bukan sekadar jualan, tapi soal citra daerah di mata dunia,” paparnya.
Sapto menambahkan, UMKM harus naik kelas, meninggalkan pola lama dalam berbisnis. Perubahan pola pikir menjadi kunci utama.
“Masyarakat tidak bisa lagi berpikir, ‘begini saja sudah laku kok.’ Tidak bisa. Naik kelas berarti tidak hanya memperbaiki tampilan produk, tapi juga memperkuat legalitas, memperbaiki manajemen usaha, dan memperluas jangkauan pasar,” ujarnya.
Dalam hal permodalan, Sapto mengungkapkan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltimtara telah menyatakan komitmennya untuk mendukung UMKM yang sudah memenuhi standar.
“BPD sudah menyampaikan, kalau UMKM dibina dan memenuhi standar, mereka siap membantu dari sisi pembiayaan. Bahkan soal bunga kredit pun masih bisa dibicarakan, karena ini untuk rakyat Kalimantan Timur,” katanya.
Sapto pun mengajak seluruh pemangku kepentingan; pemerintah daerah, lembaga keuangan, hingga komunitas UMKM, untuk bersinergi mempercepat penguatan usaha kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Jangan sampai kita hanya jadi penonton di rumah sendiri. IKN harus menjadi momentum bagi UMKM Kaltim untuk naik kelas dan eksis di tingkat global. Ini butuh kerja bersama, bukan jalan sendiri-sendiri,” pungkasnya. (Adv)













