DIGTALPOS.com, Samarinda — Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menggelar momen bersejarah dengan melantik 146 pengurus Pimpinan Pusat (PP) dalam rangkaian Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung meriah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Sabtu (10/5/2025).
Acara ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal organisasi perempuan NU, tetapi juga panggung penting bagi sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah. Hadir dalam kegiatan ini berbagai tokoh nasional dan lokal, termasuk Anggota DPRD Kalimantan Timur, Sulasih, yang memberikan dukungan penuh terhadap peran strategis Muslimat NU dalam pembangunan sosial dan pemberdayaan perempuan.
“Pelantikan dan Rakernas ini merupakan forum penting untuk menentukan arah gerak organisasi ke depan. Pemerintah, termasuk kami di DPRD, siap berjalan berdampingan dengan Muslimat NU demi menciptakan perubahan nyata di tengah masyarakat,” ujar Sulasih di hadapan ratusan peserta yang memadati lokasi acara.
Sulasih juga menggarisbawahi pentingnya keberagaman latar belakang dalam struktur kepengurusan yang baru. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang dapat mendorong lahirnya program-program inovatif dan solutif, yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat, khususnya kaum perempuan dan anak.
“Saya sangat optimistis dengan komposisi pengurus yang berasal dari berbagai latar belakang ini, akan ada banyak ide segar yang mampu menjawab tantangan zaman. Muslimat NU punya potensi besar untuk menjadi pelopor dalam pemberdayaan berbasis keagamaan yang progresif,” tambahnya.
Rakernas tahun ini mengusung tema besar: “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Menuduhkan Peradaban”. Tema ini mencerminkan semangat Muslimat NU dalam menjaga nilai-nilai tradisional keislaman yang rahmatan lil ‘alamin, sembari membangun kemandirian organisasi dan kontribusi nyata dalam membentuk peradaban yang inklusif dan berkeadaban.
Dengan pelantikan 146 pengurus pusat yang baru ini, Muslimat NU diharapkan mampu menghadirkan program-program yang adaptif terhadap dinamika sosial, sekaligus memperluas jangkauan pengabdian hingga ke akar rumput. Rakernas ini pun menjadi titik tolak yang kuat untuk merumuskan kebijakan internal dan strategi gerakan yang lebih progresif dan berkelanjutan.
Muslimat NU, yang telah lama menjadi bagian penting dari pembangunan karakter bangsa, kini kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal isu-isu perempuan, pendidikan, kesehatan, hingga ketahanan keluarga. (Adv)













