Mahulu Mantapkan Sistem Penanggulangan Bencana, Sekda Buka FGD Penyusunan RPB 2025

Mahulu Mantapkan Sistem Penanggulangan Bencana, Sekda Buka FGD Penyusunan RPB 2025
Foto bersama peserta Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) 2025. (ist)

DIGTALPOS.com, Samarinda – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun daerah yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) 2025 yang secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Mahulu, Stephanus Madang, mewakili Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, di Ballroom Emerald Hotel Mercure Samarinda, Senin (24/11/25).

FGD ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Mahulu untuk memperkuat sistem mitigasi bencana secara menyeluruh, mulai dari pemetaan risiko, mekanisme penanganan, hingga strategi pengurangan dampak bencana di masa mendatang. Tidak hanya melibatkan BPBD Mahulu, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber ahli dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, yang berperan dalam penyusunan dokumen RPB sebagai rujukan ilmiah dan teknis.

Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Bupati Angela mengingatkan bahwa banjir besar yang melanda Mahulu pada Mei 2024 merupakan pelajaran berharga yang tidak boleh diabaikan. Kejadian tersebut mencatatkan dampak besar terhadap infrastruktur, aktivitas masyarakat, hingga perekonomian daerah.

“Peristiwa ini bukan sekadar catatan sejarah, tetapi peringatan keras bahwa kita hidup di wilayah yang memiliki risiko bencana tinggi dan membutuhkan sistem yang lebih terpadu dan berbasis data ilmiah,” ucapnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada LPPM ITN Malang, yang telah menyelesaikan dokumen RPB sebagai peta jalan strategis kebencanaan daerah selama lima tahun ke depan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi rujukan utama dalam perencanaan pembangunan agar lebih adaptif terhadap ancaman bencana.

Sekda Stephanus dalam kesempatan itu menegaskan bahwa dokumen RPB bukan hanya formalitas, tetapi harus benar-benar menjadi instrumen acuan bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melaksanakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kebencanaan. Mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, respons cepat, hingga penanganan di tingkat kampung.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya sinkronisasi dan koordinasi lintas daerah, terutama dengan Kabupaten Kutai Barat yang berada dalam satu wilayah aliran sungai. Koordinasi data tinggi muka air dan sistem peringatan dini harus diperkuat untuk meminimalkan risiko bencana yang bersifat lintas batas.

Pemkab Mahulu juga menegaskan bahwa setiap kampung perlu segera mengintegrasikan dokumen RPB ke dalam RPJM Kampung, sehingga kebijakan mitigasi bencana dapat berjalan selaras mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat budaya sadar bencana di kalangan masyarakat.

Dengan penyusunan RPB yang lebih komprehensif, terukur, dan berbasis data, Pemkab Mahulu optimistis dapat membangun sistem mitigasi bencana yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif. Ke depan, upaya pengurangan risiko bencana diharapkan menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap lini pembangunan daerah. (Adv)

Penulis: GreEditor: Redaksi
news-0712-mu

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

ayowin

mahjong ways

judi bola online

8941

8942

8943

8944

8945

8946

8947

8948

8949

8950

8951

8952

8953

8954

8955

9001

9002

9003

9004

9005

9006

9007

9008

9009

9010

9011

9012

9013

9014

9015

10031

10032

10033

10034

10035

10036

10037

10038

10039

10040

10041

10042

10043

10044

10045

10101

10102

10103

10104

10105

10106

10107

10108

10109

10110

10111

10112

10113

10114

10115

8956

8957

8958

8959

8960

8961

8962

8963

8964

8965

8966

8967

8968

8969

8970

9016

9017

9018

9019

9020

9021

9022

9023

9024

9025

9026

9027

9028

9029

9030

10046

10047

10048

10049

10050

10051

10052

10053

10054

10055

10056

10057

10058

10059

10060

10116

10117

10118

10119

10120

10121

10122

10123

10124

10125

10126

10127

10128

10129

10130

9036

9037

9038

9039

9040

9041

9042

9043

9044

9045

8876

8877

8878

8879

8880

8996

8997

8998

8999

9000

9046

9047

9048

9049

9050

9051

9052

9053

9054

9055

10061

10062

10063

10064

10065

10066

10067

10068

10069

10070

10131

10132

10133

10134

10135

10136

10137

10138

10139

10140

10001

10002

10003

10004

10005

10006

10007

10008

10009

10010

10011

10012

10013

10014

10015

10016

10017

10018

10019

10020

10021

10022

10023

10024

10025

10026

10027

10028

10029

10030

10141

10142

10143

10144

10145

10146

10147

10148

10149

10150

10071

10072

10073

10074

10075

10076

10077

10078

10079

10080

10081

10082

10083

10084

10085

10151

10152

10153

10154

10155

10156

10157

10158

10159

10160

10161

10162

10163

10164

10165

10086

10087

10088

10089

10090

10091

10092

10093

10094

10095

10096

10097

10098

10099

10100

news-0712-mu