DIGTALPOS.com, Samarinda – Peluncuran program GRATISPOL (Gratis Pendidikan Pola Lanjut) oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari jajaran legislatif.
Program ambisius yang menjanjikan pembiayaan pendidikan gratis hingga jenjang S3 itu resmi diperkenalkan kepada publik pada momen bersejarah, yakni bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Senin, 21 April 2025. Momentum ini pun dinilai simbolis, seolah menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam memberdayakan masyarakat, tak terkecuali kaum perempuan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah tersebut. Ia menilai GRATISPOL sebagai langkah strategis dan progresif dalam menjawab tantangan pembangunan SDM lokal di era persaingan global.
“Ini merupakan wujud nyata dari komitmen politik Gubernur dan Wakil Gubernur. Sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara yang tidak bisa ditawar,” ujar Sapto saat ditemui usai acara Peluncuran program GRATISPOL.
Sapto menekankan bahwa cakupan program yang menjangkau hingga pendidikan doktoral (S3) menjadi nilai lebih yang patut diapresiasi. Menurutnya, ini adalah bentuk investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Tak hanya sekadar mendukung, Sapto juga mengungkapkan bahwa Komisi II DPRD Kaltim akan mengawal serius program ini. Ia menyatakan GRATISPOL akan segera dibahas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang diajukan oleh Pemprov Kaltim ke DPRD.
Lebih lanjut, ia mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawal sinkronisasi antara RPJMD dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), agar program unggulan seperti GRATISPOL dapat mendapat legitimasi dan dukungan di tingkat nasional.
“Pansus ini akan bekerja selama kurang lebih tiga bulan ke depan, hingga Agustus mendatang. Kami ingin memastikan bahwa arah pembangunan daerah, khususnya di bidang pendidikan, bisa selaras dengan target pembangunan nasional yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Sapto juga berharap, dengan masuknya GRATISPOL ke dalam RPJMN, program ini dapat memperoleh pendanaan dan perhatian khusus dari pemerintah pusat, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan optimal tanpa hambatan anggaran.
Dengan semangat kolaboratif antara eksekutif dan legislatif, serta dukungan publik yang terus tumbuh, GRATISPOL diharapkan benar-benar menjadi tonggak sejarah baru dalam transformasi pendidikan di Kalimantan Timur. (Adv)













