DIGTALPOS.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Muhammad Darlis Pattalongi, mengingatkan perguruan tinggi di Kaltim untuk segera meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas mereka menyusul peluncuran Program Gratis Pol. Ia menegaskan bahwa jika kualitas tidak ditingkatkan, perguruan tinggi harus siap menghadapi penurunan minat dari calon mahasiswa.
Pada 21 April 2025, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud secara resmi menandatangani kerja sama dengan 53 perguruan tinggi di wilayah tersebut. Lewat program ini, putra-putri Kaltim dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa perlu membayar biaya kuliah.
Menurut Darlis, program pembebasan biaya pendidikan ini akan memicu persaingan sehat antarperguruan tinggi. Ia menilai, dengan dihapuskannya beban biaya, masyarakat kini akan lebih memperhatikan mutu kampus daripada sekadar memilih yang paling murah.
“Sekarang tidak ada lagi alasan soal biaya. Pemerintah sudah menanggung semuanya. Ini berbeda dengan sistem beasiswa yang penuh persyaratan. Sepanjang ada niat untuk kuliah, maka kesempatan itu terbuka lebar,” ujar Darlis, Rabu (30/4/2025).
Karena seluruh biaya pendidikan ditanggung pemerintah, lanjutnya, perguruan tinggi harus berinovasi dalam meningkatkan layanan, fasilitas, dan proses pembelajaran. “Kalau ingin menarik minat calon mahasiswa, ya perbaiki pelayanan, tingkatkan fasilitas. Kompetisi antar lembaga pendidikan akan muncul secara alami,” jelasnya.
Darlis pun mengingatkan bahwa perguruan tinggi yang enggan berbenah harus siap menghadapi risiko kehilangan mahasiswa. “Kuliah gratis ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas. Kalau tidak mampu bersaing, ya siap-siap ditinggalkan mahasiswa,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyatakan bahwa kampus-kampus yang tidak mampu menjaga atau meningkatkan standar kualitas berisiko ditutup. “Kalau tidak ada mahasiswa, ya bersiap-siap saja untuk ditutup,” pungkasnya. (Adv)













