DIGTALPOS.com, Samarinda — DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) resmi membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim 2025–2029. Pansus ini akan memainkan peran penting dalam mengawal arah pembangunan daerah selama lima tahun ke depan, khususnya dalam konteks Kaltim sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Sekretaris DPRD Kaltim, Norhayati Usman, menyatakan bahwa Pansus akan bekerja secara intensif selama tiga bulan ke depan. Mereka diberi mandat untuk melakukan pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Kaltim, menyelenggarakan rapat kerja, melakukan koordinasi lintas sektor, hingga mengkaji seluruh dokumen perencanaan strategis yang menjadi dasar dalam penyusunan RPJMD.
“Pembahasan akhir nanti akan dirumuskan dan disepakati bersama Gubernur Kaltim, Rudy Masud. Dokumen RPJMD ini bukan sekadar tumpukan kertas administratif, melainkan peta jalan masa depan Kaltim yang harus disusun secara cermat dan inklusif,” tegas Norhayati.
Ia menekankan bahwa pembentukan Pansus merupakan bagian dari komitmen DPRD Kaltim untuk memastikan proses penyusunan RPJMD berjalan secara transparan, partisipatif, dan akuntabel. Hal ini penting agar kebijakan pembangunan lima tahun ke depan benar-benar merespons kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan strategis daerah, termasuk perubahan sosial ekonomi di era pasca-pemindahan Ibu Kota Negara.
“Dengan terbentuknya Pansus ini, kita ingin memastikan bahwa arah pembangunan jangka menengah Kaltim berpihak pada kepentingan masyarakat luas, tidak elitis, dan tidak semata-mata bersifat seremonial,” jelas Norhayati lagi.
Ia juga berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sipil, dapat terlibat aktif memberikan masukan dalam proses penyusunan RPJMD ini. Kolaborasi lintas sektor dianggap krusial untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan program-program pembangunan dalam lima tahun mendatang.
Pansus RPJMD dijadwalkan akan memulai agenda pertamanya dalam waktu dekat, dimulai dari penelaahan awal dokumen perencanaan hingga penyusunan draft akhir yang nantinya akan dibawa ke paripurna untuk disahkan. (Adv)













